Malaysia Umumkan 7 Tersangka Teroris Termasuk Satu WNI  

Reporter

Seorang pria WN Indonesia ditahan karena diduga merencanakan serangan di Malaysia di bawah instruksi dari anggota sel ISIS. Chanelnewsasia.com/Polisi Kerajaan Malaysia

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia mengumumkan identitas  tujuh tersangka teroris jaringan ISIS termasuk di dalamnya seorang warga Indonesia (WNI).

Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar dalam pernyataannya menjelaskan, dua dari tujuh tersangka  ditangkap pada 21 Februari 2017. Satu tersangka warga Malaysia berusia 41 tahun dan satunya lagi warga Indonesia berusia 28 tahun. Kedua bekerja sebagai teknisi di satu pabrik dan satunya sebagai petani  saat ditangkap di Kepong, Kuala Lumpur.

Baca juga: ISIS Nyatakan Perang Melawan Malaysia dan Indonesia 

Pria warga Indonesia ini disebut pernah diusir dari Turki pada Juni 2016 saat berusaha masuk ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Informasi yang diperoleh polisi Malaysia, para tersangka ini menerima perintah dari Mohamad Wandy Mohamad Jedi untuk melakukan aksi teror dengan ledakan bom dalam skal besar di Malaysia sebelum bergabung dengan ISIS di Suriah.

Mohamad Wandy merupakan warga Malaysia jaringan ISIS di Suriah. Ia merupakan dalang dari serangan di klub malam Movida di Puchong pada tanggal 28 Juni 2016. Sebanyak 15 orang termasuk 2 polisi ditangkap dalam peristiwa ledakan di klub malam Movida.

Tersangka ketiga yang ditangkap polisi Malaysia berasal dari kawasan Asia Timur berusia 37 tahun. Dia ditangkap pada 23 Februari lalu di Petaling Jaya, Selangor. Pria yang tidak disebut namanya ini diyakini anggota kelompok teroris dari Asia Timur yang menggunakan Malaysia sebagai transit dan tempat bersembunyi.

Baca juga: Malaysia Sebut Jaringan ISIS Pengebom Klub di Selangor 

"Dia masuk Malaysia tahun 2011 menggunakan paspor pelajar palsu dari satu lembaga pendidikan di Lembah Klang," ujar pernyataan polisi Malaysia.

Dari hasil penyidikan polisi menunjukkan pria asal Asia Timur ini merupakan jaringan kelompok teroris Asia Timur yang terlibat membantu orang-orang jaringan teroris masuk ke Malaysia sebelum menuju Suriah.

Empat tersangka lainnya yang ditangkap polisi Malaysia merupakan warga Yaman. Mereka ditangkap tanggal 26 Februari di Serdang dan Cyberjaya, Selangor. Mereka disangka sebagai anggota kelompok pemberontakn Yaman dan terlibat dalam sindikat pemalsu dokumen perjalanan.

Selain mengumumkan tujuh tersangka, Polisi Malaysia juga menjelaskan temuan sejumlah paspor dan  uang dari sejumlah negara bernilai total 270 ribu ringgit Malaysia. Uang ini diyakini dikirim untuk mendanai kelompok pemberontak.

Selain dijerat hukum Malaysia sebagai tersangka teroris, satu di antara tersangka juga dijerat kasus pelanggaran Undang-undang Imigrasi. Ketujuh tersangka merupakan pria.

CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA |PRAMONO






Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

1 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

3 hari lalu

Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

Milisi Boko Haram membunuh 92 tentara Chad dan melukai 47 lainnya pada Maret 2020.


Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

5 hari lalu

Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

Dua pembunuh bloger Amerika di Bangladesh yang dipidana mati kabur setelah pengendara sepeda motor menyemprotkan bahan kimia ke polisi.


Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

7 hari lalu

Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

Seorang wanita Denmark yang dievakuasi dari kamp penahanan Suriah tahun lalu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan karena membantu ISIS


Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

7 hari lalu

Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

Pengadilan Turki menahan 17 tersangka bom Istanbul dengan tuduhan antara lain menghancurkan persatuan negara dan membunuh dengan sengaja.


Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

10 hari lalu

Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

Mayat dua gadis yang dipenggal ditemukan di selokan kamp pengungsi Suriah di al-Hol , yang menampung orang-orang yang terkait dengan ISIS.


Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

18 hari lalu

Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

Iran menangkap 26 orang berkebangsaan Azerbaijan, Tajikistan, dan Afghanistan. Mereka diduga terlibat dalam serangan ke situs suci kaum Syiah.


Pelaku Serangan Paris Salah Abdeslam Menikah di Penjara

21 hari lalu

Pelaku Serangan Paris Salah Abdeslam Menikah di Penjara

Salah Abdeslam, menikah melalui telepon dari selnya yang berkeamanan tinggi di luar kota Paris, Prancis


Wanita Kulit Putih Amerika Pimpin Batalion ISIS, Divonis 20 Tahun Penjara

24 hari lalu

Wanita Kulit Putih Amerika Pimpin Batalion ISIS, Divonis 20 Tahun Penjara

Pengadilan di Amerika Serikat menjatuhkan hukuman kepada wanita kulit putih yang menjadi pemimpin ISIS di Suriah.


PBNU Rekomendasikan Pemerintah Larang Wahabi

27 hari lalu

PBNU Rekomendasikan Pemerintah Larang Wahabi

Ketua PBNU Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrurrozi, menyebut Wahabi yang dimaksud adalah Wahabi garis keras yang takfiri, yakni mengkafirkan kelompok lain.