Jalur Pipa Rusak, Mesir Bayar ke Israel Rp 26 Triliun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalur distribusi pipa gas alam Mesir di utara Sinai ke Israel meledak. Foto: nytimes.com

    Jalur distribusi pipa gas alam Mesir di utara Sinai ke Israel meledak. Foto: nytimes.com

    TEMPO.CO, Kairo - Sebuah perusahaan gas Israel, Ampal, memenangkan gugatan ke pengadilan atas kompensasi yang harus mereka terima US$ 176 juta, setara dengan Rp 2,3 triliun, dari Egyot atas penutupan jalur pipa gas dari Mesir ke Israel.

    Menurut laporan koran Haaretz awal pekan ini, keputusan yang disampaikan Pusat Internasional untuk Penyelesaian Perselisihan Investasi itu keluar setelah beberapa keputusan sebelumnya menyatakan, Mesir harus membayar sekitar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 26,6 triliun atas kerusakan jalur pipa yang sama.

    Haaretz mengatakan keputusan arbitrase itu dibuat pada 21 Februari 2017 dengan menyatakan Mesir telah melanggar undang-undang ketika menutup jalur pipa gas.

    Meskipun keputusan itu melegakan, tapi bagi Ampal, Mesir belum tentu membayar denda yang diputuskan pengadilan arbitrase.

    Seorang sumber yang dekat dengan pengadilan arbitrase mengatakan kepada koran Israel ini, "Pemerintah mesir gagal bayar ganti rugi yang ditetapkan oleh pengadilan internasional."

    Sumber ini berkata, "Menghindari pembayaran dapat menghalangi investor dan perusahaan asuransi masuk ke Mesir."

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.