Kisah dan Nasib Tragis Intelijen Terkenal di Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mata-mata Margaretha Geertruida Zelle atau yang dikenal Mata Hari. all-that-is-interesting.com

    Mata-mata Margaretha Geertruida Zelle atau yang dikenal Mata Hari. all-that-is-interesting.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kematian Kim Jong-nam yang diduga diibunuh oleh agen intelijen atau mata-mata telah menghebohkan dunia akhir-akhir ini. Kasus yang menimpa abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un tersebut merupakn satu dari banyak kasus yang melibatkan intelijen atau mata=mata.

    Berikut 10 orang yang terkenal terkait aktivitas mereka sebagai intelijen atau mata-mata  di sejumlah negara dan akhir hidup mereka yang tragis.

    Mata Hari, mata-mata Jerman
    Mata Hari, adalah salah satu mata-mata paling terkenal di dunia. Dia dikenal sebagai penari eksotis dan pelacur kelas tinggi di Paris, Prancis.  Sesungguhnya, Mata Hari yang memiliki nama asli Margaretha Geertruida Zelle merupakan seorang intelijen yang bekerja bagi Jerman pada Perang Dunia I.

    Lahir di Belanda, Zelle memulai karirnya sebagai intelijen setelah bekerja sebagai pelacur untuk kelas atas seperti militer dan politisi. Status pelacur dan paspor Belanda memungkinkannya dengan mudah dapat tidur dengan musuh dan mengumpulkan informasi intelijen untuk militer Jerman.

    Namun aksinya terhenti pada 1917, ketika intelijen Prancis berhasil melacak sinyal radio Jerman Militer yang menyatakan bahwa mereka menerima informasi yang luar biasa dari mata-mata Jerman dengan kode nama H-21.

    Mata Hari diidentifikasi dan ditangkap di sebuah kamar hotel di Paris pada tanggal 13 Februari 1917. Dia dieksekusi oleh regu tembak pada 15 September, 1917.

    The Rosenbergs, mata-mata Uni Soviet

    Pasangan suami istri, Julius dan Ethel Rosenberg terlibat dalam spionase pada tahun 1942, ketika Julius direkrut oleh KGB, badan intelijen Uni Sovyet. Dia bertanggung jawab untuk mengirim laporan diklasifikasikan dan didesain untuk KGB, termasuk desain murang yang digunakan untuk menembak jatuh sebuah U-2 pada tahun 1960. Ia dibantu oleh saudara iparnya, Sersan David Greenglass, yang mengaku menyampaikan informasi rahasia melalui Julius dan Ethel.

    Tahun 1951, Julius dan Ethel dinyatakan bersalah karena konspirasi untuk melakukan spionase atau mata-mata. Pasangan suami istri ini dieksekusi dengan menggunakan kursi listrik di Penjara Sing Sing pada tahun 1953. Mereka adalah dua warga sipil Amerika yang dieksekusi dalam kasus mata-mata selama  Perang Dingin.

    Aldrich Ames, mata-mata Uni Soviet

    Ames awalnya merupakan agen CIA, badan intelijen Amerika Serikat yang dikirim ke Turki pada 1985 untuk memata-matai perwira intelijen Uni Soviet. Namun ia membelot dan sebaliknya memberikan informasi rahasia Amerika kepada Uni Soviet karena masalah keuangan dan emosional. Ketika dipindahkan ke Eropa, aksesnya terhadap data rahasia CIA termasuk identitas agen CIA di KGB dan mliter Soviet semakin luas.

    Aksinya ini memicu penangkapan terhadap sekitar 100 agen CIA , dan 10 di antaranya dihukum mati. Ames lolos. Dia memperoleh kekayaan materi untuk pengkhianatan itu dan tidak ketahuan oleh Amerika. Bahkan ketika kembali ke Amerika, Ames berhasil melewati dua tes detektor kebohongan.

    Namun Ames tidak bisa menyembunyikan rumahnya yang bernilai hampir setengah juta dolar serta mobil sport mewah dan ribuan dolar tagihan telepon dari CIA. Ames akhirnya tertangkap oleh FBI. Ames dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun 1994.

    Giacomo Casanova, mata-mata Venesia

    Casanova dikenal sebagai penakluk wanita yang kerap gonta-ganti pasangan dan seorang penulis,. Namun sesungguhnya ia adalah mata-mata Venesia. Casanova tidak pernah mengakuinya bahkan tertuang dalam buku biographinya setebal 3.600 halaman berjudul The Story of My Life. Buku yang sangat terkenal itu sebagian besar berisi urusan romantis dengan wanita dan ia cenderung mengabaikan petualangannya selama  bertugas sebagai mata-mata.

    Berprofesi sebagai pengacara, namun antara tahun 1774 dan 1782 ia menjadi mata-mata untuk Negara Inkuisitor Venesia. Aktivias spionasenya  akhirnya terbongkar. Canasova diasingkan pada tahun 1782 dengan tuduhan menyebarkan fitnah.

    Klaus Fuchs, mata-mata Uni Soviet

    Dalam daftar panjang nama mata-mata Uni Soviet, terdapat nama Klaus Fluchs, seorang fisikawan kelahiran Jerman. Fuchs  bertanggung jawab untuk pekerjaan teoritis yang signifikan pada senjata fisi pertama dan model awal dari bom hidrogen. Setelah melarikan diri dari Jerman selama rezim Nazi, Fuchs mengambil gelar PhD di Inggris dan terlibat dalam proyek bom atom Inggris.

    Selama di Inggris, Fuchs berbalik menjadi mata-mata dan mulai memberikan informasi kepada Uni Soviet dengan alasan bahwa mereka layak untuk mengetahui apa yang tengah dikembangkan musuh. Setelah melayani Uni Soviet selama dua tahun dengan informasi termasuk rencana teoritis untuk membangun bom hidrogen, dan data yang digunakan Soviet untuk menentukan jumlah bom AS, ia akhirnya berhenti.

    Fuchs diinterogasi pada tahun 1946 oleh pemerintah Inggris dan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Na Fuchs hanya menjalani hukuman sembilan tahun saja.

    Mayor John Andre, mata-mata Inggris
    Mayor John Andre adalah seorang perwira Angkatan Darat Inggris selama Perang Kemerdekaan Amerika yang bersekongkol melawan Tentara Kontinental. Dia adalah seorang yang sangat disukai di masyarakat kolonial selama pendudukan Inggris di Philadelphia dan New York. Tapi di balik pintu tertutup, ia bertanggung jawab untuk membantu upaya Jenderal Amerika, Benedict Arnold dalam menjual benteng West Point di New York kepada Inggris.

    Andre tertangkap setelah melarikan diri melalui New York dalam pakaian sipil dengan paspor palsu. Andre mengaku tidak pernah ingin atau berencana untuk berada di belakang Amerika. Dan sebagai tawanan perang ia memiliki hak untuk melarikan diri dengan pakaian sipil. Namun ia ditangkap sebagai mata-mata musuh, dan digantung pada 2 Oktober 1780.

    James Armistead Lafayette, mata-mata Amerika Serikat

    Lafayette adalah agen ganda pertama keturunan Afrika-Amerika selama Revolusi Amerika. Sebagai seorang budak yang bekerja bagi William Armistead dari Virginia, ia diberikan izin untuk menjadi sukarelawan tentara pada tahun 1781. Misinya termasuk memata-matai Brigjen Benedict Arnold, dan laporannya yang penting dalam membantu mengalahkan pasukan Inggris selama Pertempuran Yorktown.

    Frederik Joubert Duquesne, mata-mata Jerman

    Frederick Joubert Duquesne, dijuluki Black Panther adalah seorang mata-mata Jerman yang menyamar di dalam pasukan Sekutu selama perang dunia baik I dan II. Didorong oleh kebencian terhadap Inggris dan perlakuan mereka terhadap anak-anak dan wanita, ia menjadi mata-mata dan bertanggung jawab untuk menyampaikan rahasia tentang pasukan, persenjataan dan gerakan Sekutu untuk pasukan Jerman. 

    Duquesne menyabotase dan meneggelamkan kapal perang Inggris, HMS Hampshire pada tahun 1916, yang membawa Lord Kitchener ke Rusia. Duquesne juga membentuk Duquesne Spy Ring yang kemudian 33 anggotanya dijatuhi hukuman 300 tahun penjara.

    Virginia Hall, mata-mata Amerika Serikat

    Dikenal dengan julukannya "Artemis" di Jerman, Virginia Hall adalah seorang mata-mata wanita terkenal AS yang bekerja bagi Eksekutif Operasi Khusus selama Perang Dunia II pada tahun 1940 dan kemudian masuk ke satu divisi dari CIA. Usahanya yang terkenal termasuk membantu Underground Perancis di Vichy dan membantu perlawanan Perancis sebagai koresponden. Ia juga dijuluki Gestapo yang paling berbahaya dari semua mata-mata Sekutu. Dan hebatnya, dia hanya memiliki satu kaki.

    Shi Pei Pu, Mata-mata Cina

    Shi Pei Pu awalnya diketahui sebagai penyanyi opera di Beijing, Cina  pada 1964, yang kemudian dijadikan selingkuhan oleh petugas kedutaan Perancis, Bernard Boursicot. Shi yang merupakan seorang pria mengelabui Boursicot saat mengajar bahasa mandarin kepada keluarga diplomat. Shi mengaku ke Boursicot bahwa ia adalah seorang wanita yang berpakaian seperti seorang laki-laki.

    Keduanya memulai hubungan cinta. Shi melakukan segala sesuatu agar menyembunyikan identitas sesungguh termasuk alat vitalnya. Bahkan ia mengadopsi seorang bayi agar menyakinkan Boursicot bahwa dia hamil.

    Hubungan Boursicot yang telah memiliki istri dengan Shi akhirnya diketahui pemerintah Cina. Shi memanfaatkan perselingkuhan itu untuk mendapatkan dokumen rahasia Prancis kepada Cina sebelum kembali ke Prancis pada awal 1980-an.

    Akhirnya Shi dan anak adopsinya ditangkap dan didakwa dengan spionase. Shi menjalani hukuman enam tahun penjara. Shi dan anaknya dibebaskan setelah 11 bulan menjalani hukuman. Kisah Shi menginspirasi pembuatan film berjudul M. Butterfly.

    ATI|YON DEMA


  • CIA
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.