Warga Australia : Perang Irak Tak Kurangi Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Sydney:Mayoritas warga Australia tak percaya negaranya yang terlibat dalam pasukan multinasional pimpinan Amerika Serikat menginvasi Irak telah membantu mengurangi ancaman terorisme. Demikian hasil jajak pendapat yang dipublikasikan hari ini.Poling tahunan, yang disiarkan lembaga independen Lowy Institute for International Policy, menunjukkan 84 persen warga Australia yang menjadi responden tak yakin perang Irak telah meminimalisir kesempatan serangan-serangan teroris di masa depan.Lalu 91 persen warga lainnya mengatakan perang telah merusak reputasi AMerika Serikat di mata kalangan Muslim, dan hampir separuh responden menyebut mereka tidak percaya perang bakal membantu menumbuhkan demokasi di Timur Tengah. Jajak pendapat lewat survei random telepon tersebut meliputi 1007 warga Australia itu digelar 22 Juni hingga 6 Juli. Margin errornya 3,1 persen.Menurut Direktur Lowy Institute yang berbasis di Sydney, Allan Gyngell, bahwa "tak ada keraguan" tentang bagaimana warga Australia merasakan perang. Seperti diketahui, Australia telah mengirimkan 2000 serdadu membantu Amerika dan Inggris pada invasi ke Irak pada Maret 2003. Saat ini jumlahnya tinggal 1320 personel. Terpisah, dalam pidato mingguan di radio, Perdana Menteri John Howard hari ini mengulang pendirian pemerintahannya bahwa terlalu dini untuk menarik pasukan dari Irak saat ini. AP/dwi arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.