Malaysia Sambut Kedatangan Raja Arab dengan Penjagaan Ketat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Salman, bersama dengan PM Malaysia Najib Razak, usai melakukan pemeriksaan pasukan penjaga kehormatan selama upacara penyambutan di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Februari 2017. AP/Vincent Thian

    Raja Salman, bersama dengan PM Malaysia Najib Razak, usai melakukan pemeriksaan pasukan penjaga kehormatan selama upacara penyambutan di Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Februari 2017. AP/Vincent Thian

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Malaysia menyambut kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam agenda lawatan langka selama satu bulan ke Asia.

    Seperti dilansir dari Reuters, Ahad malam, 26 Februari 2017, Malaysia menjadi negara pertama yang dikunjungi Salman dalam tur ke sejumlah negara Asia.

    Baca: Malaysia, Destinasi Pertama Tur Asia Raja Salman

    Televisi negara Malaysia menayangkan siaran langsung kedatangan raja berusia 81 tahun itu saat menuruni pesawat bersama dengan rombongan delegasinya.

    Raja Salman disambut langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak sebelum memasuki iring-iringan dengan penjagaan ketat dalam sebuah upacara kenegaraan di lapangan parlemen Malaysia.

    “Saya bangga kerja sama dua negara berjalan dengan sangat baik,” kata Raja Salman dalam pidato di gedung parlemen Malaysia.

    Ia juga memastikan Arab Saudi akan bekerja sama dengan Malaysia dalam masalah-masalah yang dihadapi umat muslim.

    Kunjungan tersebut menjadi yang pertama dilakukan Raja Arab Saudi ke Malaysia dalam puluhan tahun, dengan tujuan mencari investor Asia untuk menjual lima persen saham Aramco, sebuah BUMN milik negara itu, pada 2018.

    Penjualan saham tersebut dinilai sebagai penawaran umum perdana (IPO) saham terbesar di dunia.

    Raja Arab Saudi terakhir kali berkunjung ke Malaysia pada 2006, yaitu Raja Abdullah, yang merupakan pendahulu Raja Salman, dengan membawa 300 anggota delegasi.

    Salah seorang narasumber di pemerintahan Malaysia mengatakan sebanyak 600 anggota delegasi akan menyertai kunjungan Raja Salman selama empat hari di Malaysia. Adapun kerja sama di bidang pengembangan energi akan menjadi agenda utama.

    Perusahaan minyak Malaysia, Petroliam Nasional (Petronas) dan Aramco akan menandatangani sebuah kesepakatan pada Selasa untuk bersama-sama menjalankan program Pengembangan Terintegrasi Petrokimia dan Kilang Minyak Malaysia (RAPID).

    Hubungan kedua negara menjadi sorotan dalam dua tahun terakhir setelah Arab Saudi terseret dalam skandal korupsi bernilai miliar dolar di 1Malaysia Development Berhad (1MDB), sebuah lembaga pendanaan negara yang didirikan oleh PM Najib.

    Najib telah menampik segala tuduhan dalam kasus tindak pencucian uang, yang kini diselidiki oleh sejumlah negara itu, termasuk Amerika Serikat, Swiss, dan Singapura.

    Dari penyelidikan pemerintah, ditemukan dana hampir Rp 9,8 triliun yang dikirim ke akun bank PM Najib pada 2013. Ini merupakan donasi dari keluarga Raja Arab Saudi dan sebagian besarnya telah dikembalikan.

    Setelah mengunjungi Malaysia, Raja Salman akan berkunjung ke Jakarta dan Bali, Indonesia, pada 1-9 Maret, dengan jumlah anggota rombongan yang lebih besar, yaitu 1.500 orang, diikuti perjalanan ke Jepang pada 12-14 Maret.

    REUTERS | AL ARABIYA | ARAB NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.