Angela Merkel: Islam Bukan Sumber Terorisme  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kanselir Jerman Angela Merkel berfoto bersama pengungsi asal Suriah Anas Modamani. rt.com

    Kanselir Jerman Angela Merkel berfoto bersama pengungsi asal Suriah Anas Modamani. rt.com

    TEMPO.CO, Berlin - Islam bukan sumber terorisme, para ulama dan negara-negara muslim seharusnya berbicara keras menentang kaum fundamentalis untuk menjelaskan kepada dunia.

    Hal itu disampaikan Kanselir jerman, Angela Merkel, dalam pidatonya di depan peserta Konferensi Keamanan Munich, Sabtu, 18 Februari 2017.

    Merkel menggarisbawahi mengenai pentingnya kerjasama lebih erat dengan negara-negara muslim untuk mengalahkan ISIS, Boko Haram,  dan terorisme internasional.

    "Saya pikir, negara harus memberikan kontribusi. Karena hanya dengan cara ini kita mampu meyakinkan orang bahwa Islam bukanlah sumber terorisme. Ada kesalahan memahami Islam," ucapnya.

    Merekal menambahkan, "Saya harapkan dari para ulama menemukan bahasa yang kuat untuk mengenalkan Islam yang damai dengan melawan terorisme atas nama Islam. Kita sebagai non-Muslim tidak bisa melakukan ini, hal itu harus dilakukan oleh para ulama."

    Pada kesempatan itu, Merkel juga menyampaikan bahwa dirinya telah berbicara mengenai bagaimana memerangi terorisme selama pertemuannya dengan Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, Sabtu pagi waktu setempat di Munich.

    "Saya juga telah mendiskusikan masalah ini (terorisme) dengan Perdana Menteri Turki. Kami tahu Turki selaku anggota NATO saat ini terancam oleh terorisme internasional ISIS dan PKK," katanya.

    Merkel sepakat bahwa Eropa tidak mungkin berhasil dalam memerangi terorisme tanpa dukungan Amerika Serikat dan kerjasama dengan Rusia, terutama untuk mengalahkan ISIS di Suriah.

    MIDDLE EAST MONITOR | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.