Pembunuhan Kim Jong-nam, 12 Fakta Penting Ihwal Siti Aisyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah, yang dirilis Polisi Kerajaan Malaysia. Polisi Malaysia telah menahan empat orang yang diduga terkait dengan pembunuhan terhadap Kim Jon-nam. Reuters

    Foto Warga Negara Indonesia, Siti Aisyah, yang dirilis Polisi Kerajaan Malaysia. Polisi Malaysia telah menahan empat orang yang diduga terkait dengan pembunuhan terhadap Kim Jon-nam. Reuters

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Malaysia belum menjelaskan secara resmi peran Siti Aisyah dengan kematian Kim Jong-nam. Informasi hanya menyebutkan Siti Aisyah ditangkap dan ditahan polisi Malaysia berdasarkan rekaman kamera CCTV bandara internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

    Berikut ini fakta penting dari sumber terdekat dengan Siti Aisyah tentang keterkaitannya dengan kasus Kim Jong-nam hingga akhirnya ditahan polisi Malaysia. Namun, ada saksi lain yang mengungkapkan fakta berbeda tentang proses tewasnya Kim Jong-nam.

    Berita terkait:

    Ini Penjelasan Siti Aisyah Soal Tewasnya Kim Jong-nam

    1. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengutip penjelasan aparat Malaysia tentang pengakuan Siti Aisyah bahwa ia ditawari kerja untuk acara komedi di satu televisi. "Siti dibayar untuk tampil sebagai pembuat lelucon untuk para pria dengan meminta mereka menutup matanya sebelum wajah mereka disemprot dengan air," kata Tito seperti dikutip dari abc.net.au, 18 Februari 2017.

    2. Menurut Tito, Siti melakukan cara ini sebanyak tiga atau empat kali. "Mereka memberikan dia sejumlah uang dolar untuk itu.

    3. Tito tidak mendetilkan tentang apakah hal serupa dilakukan Siti Aisyah kepada Kim Jong-nam. Tito hanya berujar:"Pada korban terakhir, Kim Jong-nam, diduga benda berbahaya ada di dalam penyemprot. Dia tidak menyadari hal itu sebagai upaya pembunuhan oleh agen-agen asing."

    Baca: Dubes Korut An Ungkap Niat Korsel di Balik Isu Kim Jon-nam

    4. Benah, ibu Siti Aisyah menuturkan anak perempuannya itu memohon doa sebelum pergi ke Malaysia. Siti Aisyah mengatakan kepada Benah seseorang memintanya ikut serta dalam satu produksi film televisi tentang memperdayai orang di Malaysia. "Saya mohon restumu," kata Benak mengutip ucapan anaknya. "Sebagai ibu saya merasakan ada firasat buruk mengenai itu."

    5. Benah menuturkan Siti Aisyah berulang kali meneleponnya sebelum acara itu difilmkan. "Dia selalu menelepon saya sebelum dia bekerja," ujar Benah.

    6.Saudara perempuan Siti Aisyah, Mala menuturkan Siti Aisyah main film pertunjukan lelucon di satu televisi Jepang. "Seperti meletakkan cabai di tangan seseorang, semacam lelucon bagi stasiun televisi Jepang," kata Mala.

    7. Menurut Mala, Siti bekerja di toko pakaian di Batam. "Ia mengirimkan uang  bulanan kepada kami, hanya cukup untuk membeli makanan."

    Baca:
    Malaysia Buru 4 Warga Korea Utara Atas Tewasnya Kim Jong-nam

    8. Tentang kematian Kim Jong-nam,  Sydney Morning Herald (SMH), 18 Februari 2017, mengungkapkan beberapa fakta baru.  Kim Jong-nam didekati dua perempuan berwajah Asia. Yang satu membekap wajahnya dengan kain yang sudah diberi cairan. Yang satu lagi menyemprotnya dengan material yang diyakini racun.

    9. Menurut SMH, dua wanita itu melakukan aksinya sekitar 15 detik. Sebelumnya, media-media mengutip pernyataan polisi Malaysia bahwa aksi itu terjadi dalam hitungan 5 detik.

    10. Ternyata CCTV yang terdekat dengan peristiwa yang dialami Kim Jong-nam rusak. CCTV yang berfungsi justru letaknya lebih jauh. CCTV itu merekam Kim Jong-nam sempat pergi ke toliet terdekat untuk membasuh wajahnya. Menurut saksi, Kim Jong-un kemudian berjalan ke konter check-in untuk meminta bantuan polisi.

    11. Kim Jong-nam diberi arahan ke kantor polisi. Saat itu dia mulai merasa kedinginan dan tidak sehat. Ia dikawal ke klinik rumah sakit bandara. Ambulans dipanggil namun dia meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

    12. Kedua wanita yang menjalankan aksinya terhadap Kim Jong-nam sama sekali tidak berusaha melakukan penyamaran saat terpantau di kamera keamanan bandara.

    ABC.NET.AU|SMH.COM.AU| MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.