Dubes Korut An Ungkap Niat Korsel di Balik Isu Kim Jon-nam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kim Jong-nam (kiri), Saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berfoto dengan seorang chef restoran Italia di Jakarta. Jong-nam diketahui sering hidup berpindah ke sejumlah negara. Dailymail.co.uk

    Kim Jong-nam (kiri), Saudara tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un berfoto dengan seorang chef restoran Italia di Jakarta. Jong-nam diketahui sering hidup berpindah ke sejumlah negara. Dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta -Duta Besar Korea Utara untuk Indonesia An Kwang Il mengatakan pemberitaan spekulasi media Korea Selatan yang mengaitkan Korea Utara dengan kematian Kim Jong-nam adalah tidak berdasar.

    Dubes An menilai sikap Korea Selatan sangat aneh karena sejak awal penuh kedengkian mengaitkan kasus kematian Kim Jong-nam dengan Korea Utara. Bahkan Korea Selatan dinilai sengaja mau menghancurkan citra Korea Utara.

    Berita terkait:
    Pria Korut Terduga Tewasnya Kim Jong-nam Ahli Kimia dan IT
    M
    alaysia Buru 4 Warga Korea Utara Atas Tewasnya Kim Jong-nam

    "Tujuan mereka sepertinya mau menghancurkan citra negara kami dengan mengangkat kejahatan semacam ini, berkonspirasi dengan media tak berperikemanusiaan," kata An melalui pesan Whatsapp kepada Tempo pada 18 Februari 2017 sore.

    Dubes An kemudian mengatakan sejumlah warga Korea Selatan mencurigai kelompok konservatif di Korea Selatan boleh jadi merekayasa insiden ini. Tujuannya, mengurangi tekanan kritik yang diakibatkan skandal politik dan mencari alasan untuk menekan penempatan THAAD atau Sistem Pertahanan Rudal balistik buatan Amerika Serikat. Korea Selatan menempatkan THAAD untuk melindungi negaranya dari ancaman serangan Korea Utara.

    Untuk itu Dubes An menyarankan saat ini adalah penting untuk tetap tenang ketimbang menari di atas genderang orang lain.

    Dubes An juga menegaskan jasad Kim Jong-nam harus dikembalikan ke Korea Utara. Ia beralasan Korea Utara harus menyelidiki kebenaran dan menjalankan tanggung jawab untuk perlindungan konsuler atas setiap warga negaranya.

    Mengutip BBC, 19 Februari 2017, Korea Selatan menyakini rezim Korea Utara terlibat dalam pembunuhan Kim Jong-nam pada hari Senin, 13 Februari 2017.

    "Kami menyakini rezim Korea Selatan di  balik insiden ini dengan mempertimbangkan lima terduga adalah Korea Utara," kata juru bicara Kementerian Unifikasi Korea Selatan di Seoul.

    Kepolisian Malaysia telah menahan satu warga Korea Utara dan memburu 4 warga Korea Utara lainnya. Kelimanya dikaitkan dengan kematian Kim Jong-nam.

    BBC | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.