Ini Penjelasan Siti Aisyah Soal Tewasnya Kim Jong-nam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paspor milik Siti Aisyah. istimewa

    Paspor milik Siti Aisyah. istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Tito Karnavian mengatakan Siti Aisyah, terduga pelaku pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, ikut serta dalam reality show oleh satu acara televisi. Ia diminta menyemprotkan cairan ke orang-orang yang melintas di sekitar Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia.

    "Ia tidak menyadari hal itu sebagai upaya pembunuhan yang diduga oleh agen asing," kata Tito kepada wartawan di Aceh, seperti dilansir dari CNN, 19 Februari 2017.

    Siti Aisyah menyatakan sebelumnya dia menyemprotkan cairan itu ke beberapa orang dengan tujuan sama, yakni membuat lelucon dalam reality show TV tersebut. "Tiga sampai empat kali," kata Tito mengutip ucapan Siti Aisyah.

    Menurut Tito, diduga ada zat tertentu yang sangat berbahaya di alat penyemprot.

    Setelah itu, Siti Aisyah menerima sejumlah uang dolar untuk pekerjaan itu. Media asing mengatakan Siti Aisyah menerima US$ 100. "Dia dimanfaatkan namun dia tidak tahu untuk apa," kata Tito.

    Polisi Malaysia belum menjelaskan siapa yang menyediakan alat penyemprot kepada para terduga. Hingga Minggu, 19 Februari 2017, sudah empat orang yang ditahan terkait dengan pembunuhan Kim Jong-nam, yakni satu wanita berpaspor Vietnam, Siti Aisyah, pria warga Malaysia yang merupakan pacar Siti Aisyah, dan seorang pria Korea Utara.

    Kim Jong-nam tewas di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, atau KLIA2 pada Senin pagi, 13 Februari 2017. Ia diduga tewas setelah wajahnya disemprot oleh seorang wanita dan seorang wanita lainnya membekap wajahnya dari arah belakang.

    CNN | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.