Menu Rutin Kekerasan Etnis di Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bagdad:Serangan bersenjata maupun bom bunuh diri masih menjadi menu rutin di bumi Irak. Kemarin sebuah ledakan bom menewaskan seorang polisi di gerbang selatan ibukota Bagdad, tepatnya distrik Dura, episentrum kekerasan antar pasukan pembunuh Sunni dan Syiah.Seorang pejabat keamanan menyebut bahan eksplosif lainnya meledak di sebuah lapangan yang tampaknya hanya melukai tiga polisi. Lalu, tiga tubuh ditemukan di Bagdad bagian barat, dua di kota Baiji dan empat lagi ditambah sejumlah kepala di kota Samarra.Sebelumnya pada pagi hari seorang polisi dan lima petugas lainnya terluka saat pos mereka di Musayyib, 60 kilometer selatan Bagdad diserang pria tak dikenal yang menembakkan senjatanya. Di lokasi lain, tentara Irak dan Amerika menembak mati sedikitnya dua tersangka perusuh dan menangkap 11 pria lainnya saat menyerbu dua rumah. Irak saat ini masih dibekap konflik sektarian berdarah antar milisi. Perserikatan Bangsa-Bangsa menduga lebih dari 100 orang tewas saban hari belakangan ini akibat serangan pasukan pembunuh dan kelompok-kelompok militan. AP/AFP

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.