Komisi Antikorupsi Selidiki Thaksin

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bangkok: Junta militer Dewan Reformasi Demokrasi Thailand pimpinan Jenderal Sonthi Boonyaratglin akan menentukan perdana menteri baru pengganti Thaksin Shinawatra dalam pekan ini. Dewan itu akan mengajukan sejumlah nama yang bakal dipilih Raja Bhumibol Adulyadej pada Rabu nanti. Di antara nama-nama itu, yang dianggap unggulan adalah Ketua Organisasi Perdagangan Dunia Supachai Panitchpakdi, Gubernur Bank Thailand Pridiyathorn Devakula, Ketua Mahkamah Agung Charnchai Likhitchittha, dan Ketua Mahkamah Administrasi Akkharathorn Chularat. Junta juga telah memilih sembilan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi yang akan mulai bersidang hari ini. Komisi itu akan menyelidiki kekayaan para pejabat, termasuk Thaksin, dan membongkar lebih dari 10 ribu arsip kasus korupsi sebelumnya. "Satu alasan mereka mendapat pembenaran atas kudeta ini adalah korupsi," kata ahli politik Thitinan Pongsudhirak dari Universitas Chulalongkorn, Bangkok. "Kini mereka harus membuktikannya dan juga ingin memastikan Thaksin tak akan kembali." Anggota komisi itu, Vicha Mahakhun, mengatakan tanggung jawab terpenting lembaganya adalah menemukan bukti untuk mendakwa politikus korup. Salah satu anggota komisi itu adalah Klanarong Chantik, kritikus yang paling keras terhadap Thaksin. Namanya melambung pada 2001 saat dia menuduh Thaksin sengaja memberikan laporan yang salah tentang asetnya ketika menjabat wakil perdana menteri pada 1997. Mahkamah Konstitusi saat itu membebaskan Thaksin dengan selisih satu suara. Auditor Umum Jaruvan Maintaka, yang kekuasaannya diperluas setelah kudeta, berharap dapat segera melanjutkan penyelidikan atas penjualan pemindai bom untuk bandar udara baru Suvarnabhumi. Ia juga akan menangani sembilan kasus korupsi Thaksin, termasuk yang berhubungan dengan proyek kereta api ke bandar udara, pendapatan dari lotere, proyek pemulihan tsunami, dan kasus penjualan saham keluarga Thaksin di Shin Corp. ke Temasek Holdings Singapura yang tanpa pungutan pajak. Sejauh ini, Thaksin dan keluarganya masih tinggal di London, Inggris, dan seluruh asetnya di Bangkok belum dibekukan. Namun, kemarin dikabarkan bahwa Thaksin telah memindahkan sebagian asetnya ke luar negeri beberapa hari sebelum kudeta pecah dengan dua pesawat. Seorang pejabat Thai Airways International mengatakan pesawat Thai Koofar milik pemerintah membawa 58 tas dan koper besar Thaksin saat dia mulai melawat ke Finlandia. Pesawat kedua membawa 58 tas meninggalkan Bangkok dan menjemput Thaksin tepat dua hari sebelum kudeta. Sebelumnya, Sondhi Limthongkul, konglomerat media dan musuh besar Thaksin, menuduh Thaksin telah menyewa dua pesawat Rusia untuk mengangkut sejumlah asetnya. Keluarga Thaksin adalah keluarga terkaya di Thailand. Pada 2004, majalah Forbes mendaulat Thaksin duduk di peringkat ke-16 orang terkaya di Asia Tenggara. TNA | AFP | AP | IWANK

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.