Malaysia Tuntut Lee Kuan Yew Minta Maaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Para pemimpin Malaysia kemarin menuntut Lee Kuan Yew, negarawan gaek Singapura, minta maaf atas klaimnya bahwa Malaysia telah meminggirkan minoritas etnis Cina."Lee harus segera minta maaf dan menjelaskan soal pernyataanya itu," kata Menteri Pertanian Malaysia Muhyiddin Yassin seperti dikutip New Sunday Times.Pemicu kegusaran Malaysia ini adalah pernyataan Lee, Perdana Menteri Singapura pertama hingga dia turun pada 1990, dalam sebuah forum di negerinya pada Jumat dua pekan lalu.Menteri Guru Singapura itu mengatakan bahwa negara-negara tetangganya, Indonesia dan Malaysia, punya masalah dengan kaum Cina, karena, "Mereka (orang Cina itu) sukses. Mereka pekerja keras dan dengan demikian mereka dipinggirkan secara sistematis," kata Lee seperti dikutip Reuters.Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi langsung naik pitam. Ia menuduh komentar Lee itu dapat membuat tegang hubungan kedua negara. "Itu pernyataan yang menyesatkan dan dapat menghasut warga Malaysia keturunan Cina," katanya."Saya akan menulis surat kepadanya," kata Abdullah. "Saya ingin penjelasan darinya soal mengapa dia mengatakan demikian." Abdullah mengatakan komentar Lee itu tak dapat diterima. Hubungan antarras di Singapura, yang mayoritas etnis Cina, kata Abdullah, juga tak 100 persen sempurna.Pemimpin Malaysia yang sedang sibuk membangun harmoni di negerinya itu menekankan bahwa Lee seharusnya memahami bahwa hubungan Malaysia-Singapura adalah sesuatu yang perlu dipelihara untuk menjaga stabilitas masing-masing negara. "Jika negara kami tidak stabil, Singapura juga akan mengalami dampaknya karena dia punya kepentingan ekonomi di sini."Datuk Raja Ahmad Zainuddin Raja Omar, penjabat ketua Backbenchers Club -- klub anggota parlemen yang tidak berada di pemerintahan maupun di kubu oposisi -- Malaysia, juga menuntut Lee minta maaf secara terbuka kepada Abdullah dan pemerintahannya.Raja Ahmad menilai bahwa orang Cina di Malaysia bernasib jauh lebih baik daripada orang Malaysia di Singapura. "Di Malaysia, Negara Bagian Penang dikuasai oleh Gerakan (partai berbasis Cina). Ada banyak orang Cina di kabinet, militer, dan kepolisian Malaysia," katanya. "Dapatkah kita mengatakan hal yang sama tentang nasib orang Malaysia di Singapura?"Populasi Malaysia yang 26,6 juta orang itu terdiri dari 60 persen Melayu muslim, tapi perekonomiannya secara luas dikendalikan oleh 26 persen populasi etnis Cina.Malaysia dan Singapura punya hubungan ekonomi dan budaya yang kuat, tapi kedua bangsa seringkali cekcok sejak Singapura ditolak masuk federasi Malaysia baru pada 1965. Pertengkaran mereka, misalnya, soal harga air yang dijual Malaysia ke tetangganya di selatan itu.Mereka juga memperebutkan sebuah pulau kecil (disebut Pedra Branca di Singapura dan Pulau Batu Putih di Malaysia) hingga ke Mahkamah Internasional, tak lama setelah Mahkamah memenangkan Malaysia atas kepemilikan Sipadan dan Ligitan dari Indonesia.AP | AFP | THE STAR | BERNAMA | IWANK

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.