Peringatan Revolusi Iran, Massa Kecam Amerika Serikat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan militer Iran berbaris dalam parade saat Hari Tentara Nasional di depan makam almarhum revolusioner pendiri Ayatollah Khomeini di Teheran, Iran (18/4). (AP/Vahid Salemi)

    Pasukan militer Iran berbaris dalam parade saat Hari Tentara Nasional di depan makam almarhum revolusioner pendiri Ayatollah Khomeini di Teheran, Iran (18/4). (AP/Vahid Salemi)

    TEMPO.CO, Teheran - Ratusan ribu warga Iran dilaporkan turun ke jalan, Jumat, 10 Februari 2017, untuk menyampaikan sumpah setia kepada ulama menyusul sikap permusuhan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

    Pengunjuk rasa serempak meneriakkan yel-yel dan membawa spanduk berisi kecaman terhadap AS, "Mampuslah Amerika".

    Menurut laporan televisi pemerintah, mereka berjalan tertib menuju Lapangan Azadi (Kebebasan) guna memperingati ulang tahun Revolusi Islam Iran 1979 yagn ditandai dengan tumbangnya Shah Iran dukungan AS.

    Sebelumnya, pada Selasa, 7 Februari 2017, pemimpin agung Iran Ayatullah Ali Khamenei, meminta kepada seluruh warga Iran turut ambil bagian dalam aksi jalanan untuk menunjukkan bahwa Iran sama sekali tidak gentar dengan ancaman AS.

    "Amerika dan Trump tidak bisa berbuat apa-apa. Kami siap mengorbankan hidup kami untuk pemimpin agung kami Khamenei," ungkap seorang pemuda kepada televisi negara.

    Pekan lalu, Trump memberikan reaksi keras atas uji coba rudal Iran pada 29 Januari 2017. Trump juga akan menerapkan sanksi baru kepada Iran baik kepada pribadi maupun negara.

    "Meskipun mendapatkan ancaman semacam itu, Iran tidak akan menghentikan program ujicoba rudal."

    Aksi turun ke jalan juga disampaikan oleh presiden prakmatis Iran, Hassan Rouhani, Jumat, 10 Februari 2017.

    Menurut laporan televisi pemerintah, jutaan warga Iran demonstrasi di seluruh kota untuk menyampaikan sikap anti-AS dan Israel. Mereka meneriakkan slogan perlawan dan membakar bendera AS.

    FORTUNE | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.