Wanita Ini Rekam Pengakuan Sang Ayah yang Memperkosanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Romina Balaguer mengakui bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya sendiri selama 18 tahun. mirror.co.uk

    Romina Balaguer mengakui bahwa dirinya telah mengalami pelecehan seksual oleh ayahnya sendiri selama 18 tahun. mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Buenos Aires - Wanita Argentina ini luar biasa tegar dan berani merekam pengakuan pelaku pelecehan seksual terhadapnya sejak balita. Pelaku pedofilia itu tak lain ayah kandungnya.

    Romina Balaguer, 35 tahun, terbang dari Barcelona ke Buenos Aires, Argentina, untuk membuat film tentang pengakuan ayahnya, Antonio Cisneros, yang melakukan pelecehan seksual terhadapnya selama 18 tahun.

    Ia memberi judul filmnya "Ini buktinya. Saya bertanya kepada pemerkosa saya dan pelaku pelecehan seksual terhadap saya selama 18 tahun, sejak saat saya bayi."

    Romina, asisten dokter hewan di Kota Barcelona, kemudian mengunggah film tentang ayahnya sebagai pedofil di akun Facebook miliknya. Para netizen terkejut dengan keberanian Romina.

    "Apa kabarmu pedofilia?" Ini sapaan pertama Romina kepada ayahnya yang kini berusia 66 tahun seperti ditayangkan dalam film. 

    Romina kemudian berbicara kasar setelah memberikan pengantar bahwa film ini untuk keamanannya. "Kacamata itu cocok untukmu. Kamu menua. Kamu berantakan. Kamu seharusnya telah mati," kata Romina.

    Percakapan berlangsung semakin detail. "Apakah kamu mengakui segala sesuatu yang dulu kamu lakukan kepada saya, pelecehan seksual selama 18 tahun?”

    Ia kemudian meminta ayahnya menganggukkan kepala jika mengatakan "ya". Pertanyaan itu kembali dia ulang. "Apakah kamu mengakui dulu kamu memperkosa saya?" Pria itu menganggukkan kepala mengiyakan.

    Namun ayahnya memprotes ketika dia mengingatkan ancamannya dulu untuk membunuh dia dan mengubur ibu serta saudara laki-lakinya jika kejahatannya diungkap ke orang lain.

    Lalu Romina bertanya mengapa ayahnya tega melakukan kejahatan itu kepadanya. "Karena pikiran saya jorok," ujar Cisneros.

    Romina yang telah menikah dan memutuskan mengganti namanya, kemudian bertanya tentang nama lengkap ayahnya. "Antonio..Cisneros."

    "Dan siapa saya?" tanya Romina. " Romina Soledad Cisneros".

    "Apa hubungan kita?" Sang ayah menjawab: "Kamu anak perempuan saya, anak perempuan kandung saya."

    "Apa yang dulu kamu lakukan ke saya?

    "Sesuatu yang buruk. Saya memperkosamu. Saya melecehkanmu secara seksual selama beberapa tahun," kata Antonio.

    Video rekaman pembicaraan anak-bapak itu kemudian ditayangkan di televisi Argentina. Romina menjelaskan kepada pewawancara alasan ia memfilmkan pengakuan ayahnya.

    "Saya telah melewati neraka. Ini bukan pertama kali ia memberikan pengakuan. Saya memintanya mengaku atas apa yang telah dilakukannya melalui telepon dari Barcelona."

    Mengenai ibunya yang tidak ikut dalam film ini, Romina menjelaskan lugas: "Saya anak yang tidak diinginkan. Dia mengatakan saya dilahirkan karena dia tidak punya uang untuk menggugurkan kandungannya."

    Romina mengaku tidak pernah menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya karena ayahnya memiliki senjata yang siap membunuhnya kapan saja. Di masa balita, ayahnya mengatakan semua yang terjadi sebagai permainan.

    Sejak Romina menginjak usia tujuh tahun, ayahnya mulai mengancam akan membunuh dia, ibu, dan saudara laki-lakinya. "Takut hidup sendirian, maka saya merahasiakannya."

    Para netizen kagum dengan keberanian Romina dan memberikan dukungan kepadanya. "Keberanianmu luar biasa. Peluk erat."

    Netizen lain bernama Mara Curci berujar: "Saya tidak tahu kamu tapi saya mengagumi kamu. Saya berharap hatimu dapat merasa lebih baik."

    Romina mengaku telah mengirimkan ke polisi rekaman pengakuan ayahnya sebagai pedofil terhadapnya. Namun ia tak yakin dengan sistem hukum di Argentina.

    MIRROR | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.