Rabu, 21 November 2018

Duh, Pakistan Larang Pemutaran Film Terbaru Shah Rukh Khan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri: Foto masa kecil aktor Bollywood Shah Rukh Khan. Ia menjelma menjadi aktor yang membintangi banyak film-film India terlaris. Buzzfeed.com

    Kiri: Foto masa kecil aktor Bollywood Shah Rukh Khan. Ia menjelma menjadi aktor yang membintangi banyak film-film India terlaris. Buzzfeed.com

    TEMPO.CO, Islamabad – Pakistan melarang pemutaran film terbaru aktor terkaya India, Shah Rukh Khan. Semula, film bertajuk Raees ini akan diputar di seluruh Pakistan pada 2 Februari.

    Seperti dilansir BBC, Rabu, 8 Februari 2017, badan sensor film Pakistan, CBFC, tidak menyebut alasan larangan film yang juga dibintangi aktris Pakistan, Mahira Khan ini.

    Baca: Habiskan Liburan Panjang, Obama Belajar ‘Kitesurf’

    Ever Ready Pictures, distributor film Raees di Pakistan, mengatakan penolakan terjadi pada Senin, 6 Februari 2017, setelah CBFC sempat menyaksikan film itu pada Jumat pekan lalu.

    Namun CBFC mengatakan kepada BBC bahwa salah satu alasan pelarangan adalah film ini menampilkan, “Muslim sebagai penjahat dan teroris.”

    “Sejumlah adegan juga sangat menyudutkan umat muslim,” demikian pernyataan seorang pejabat CBCF yang menolak disebutkan namanya.

    Nadim Mandviwala, pemilik jaringan bioskop Attrium Cinemas, mengatakan, meski Raees telah dinanti-nanti oleh publik Pakistan, “Pemerintah khawatir film ini akan memicu ketegangan antara pemeluk agama.”

    Kecaman terhadap film ini juga dilontarkan komunitas Syiah India, karena terdapat prosesi keagamaan Syiah dalam film tersebut.

    Film Raees menceritakan tokoh Raees Alam, seorang tokoh mafia muslim dari Negara Bagian Gujarat.
    Sineas asal Pakistan, Jami Mehmood, mendesak pemerintah mencabut larangan itu.

    “Kita harus toleran dengan nila-nilai orang lain. Anggap saja kita menonton film India, seperti publik Amerika Serikat menyaksikan film Iran.”

    Pakistan menerapkan larangan sementara pemutaran film India pada 1965 setelah perang kedua negara. Larangan itu menjadi permanen setelah perang sipil Bangladesh pada 1971.

    Pada 2007, Pakistan mencabut larangan ini. Film India sangat populer di Pakistan dan berhasil membangun industri perfilman di negara tersebut.
     
    Namun, pada September 2016, Pakistan kembali melarang impor film dari India sebagai balasan karena India melarang pemain dan sineas dari Pakistan bekerja di Bollywood.

    Larangan ini dicabut pada Desember setelah badan importir film Pakistan, PFEA, mengizinkan dua film Bollywood, Kaabil dan Ae Dil Hai Mushkil, diputar.

    BBC | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.