Non-Blok Desak Reformasi PBB

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Havana: Gerakan Non-Blok yang mengakhiri pertemuan di Havana, Kuba, Senin (18/9), menelurkan deklarasi yang mendesak reformasi di tubuh Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang memberi porsi besar buat negara-negara miskin. Mereka juga mendukung Iran mengembangkan nuklir untuk tujuan damai. Deklarasi yang bertajuk "Tujuan dan Prinsip, serta Aturan Gerakan Non-Blok dalam Situasi Dunia Terakhir" itu juga sepakat perlunya mencegah pengaruh Amerika Serikat di seantero bumi. Bahkan, beberapa pemimpin negara melemparkan kata-kata pedas yang menyerang Negeri Abang Sam. Walau begitu, Ketua Non-Blok Abdullah Ahmad Badawi menegaskan, gerakan ini bukan berarti anti kepada satu negara. "Saya tidak melihat pertemuan ini anti-Amerika Serikat," kata Perdana Menteri Malaysia ini, yang menekankan ada juga perbedaan pandangan di antara 118 negara anggota. Deklarasi Kuba setebal 100 halaman, yang diteken 56 pemimpin negara dan pemerintahan, itu juga menegaskan posisi Non-Blok yang berseberangan dengan perang melawan teror yang digagas Washington. Mereka melihat program itu sebagai bentuk campur tangan Amerika Serikat. Non-Blok juga mengutuk kebijakan "tidak sah" Israel di wilayah Palestina, termasuk invasi militer mereka di Libanon. Gerakan ini juga menolak sama sekali terminologi ?poros setan?. "Itu sama saja menodai bangsa lain memakai dalih perang melawan teror," kata Non-Blok dalam deklarasinya.AFP | SANA | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.