Trump Banding Putusan Hakim yang Bekukan Larangan Imigran  

Reporter

Sekretaris Negara AS baru Rex Tillerson (kiri) saat sumpah jabatan oleh wakil Presiden Mike Pence yang disaksikan Presiden Donald Trump di gedung putih Washington, 2 Februari 2017. REUTERS/Carlos Barria

TEMPO.CO, Washington - Baru beberapa jam pemerintah Amerika Serikat mematuhi keputusan hakim federal yang menghentikan sementara perintah eksekutif terkait dengan larangan imigrasi, Presiden Donald Trump akhirnya melakukan perlawanan.

Seperti dilansir USA Today, Ahad, 5 Februari 2017, Trump melalui Kementerian Hukum Keamanan Dalam Negeri dan Kementerian Luar Negeri secara resmi melakukan banding atas putusan hakim James Robart di Seattle, Washington.

Baca: Hakim Seattle Batalkan Larangan Muslim Trump Secara Nasional

“Putusan hakim itu buruk dan menggelikan,” ujar Trump, seperti dilansir USA Today.

Pada Sabtu malam kemarin waktu setempat, Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly dan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson menyampaikan keberatan kepada pengadilan banding federal 9th Circuit Court of Appeals.

Pengacara Kementerian Hukum membela surat perintah eksekutif Trump sebagai upaya menjaga keamanan negara sesuai dengan Undang-Undang Imigrasi dan Nasional. “Larangan ini untuk menjaga rakyat Amerika dari serangan teroris asing.”

Hakim Robart pada Jumat lalu memutuskan membekukan kebijakan Trump yang melarang masuknya masyarakat muslim dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim.

Pembekuan kebijakan imigrasi Trump tersebut berlaku efektif sejak 3 Februari 2017 waktu setempat.

Tujuh negara itu, yakni Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman, dianggap berbahaya karena diduga menjadi lokasi koordinasi serta operasi kelompok teroris.

Keputusan itu diambil hakim Robart setelah mempertimbangkan tuntutan yang diajukan jaksa dari empat negara bagian, salah satunya Jaksa Agung Negara Bagian Washington Bob Ferguson.

Departemen Luar Negeri melaporkan, sedikitnya 60 ribu visa warga asing dicabut menyusul kebijakan itu.

Juru bicara urusan kekonsuleran Departemen Luar Negeri, Will Cocks, menyebutkan penolakan visa itu bersamaan dengan pelarangan masuknya pengungsi dari seluruh dunia ke Amerika selama 120 hari.

Dia mengakui munculnya keluhan selama pemberlakuan kebijakan itu.

USA TODAY | AP | SITA PLANASARI







Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

2 hari lalu

Perusahaan Donald Trump Terbukti Gelapkan Pajak, Didenda Rp24 M

Perusahaan real estat milik Donald Trump divonis bersalah karena melakukan skema kriminal selama 15 tahun untuk menipu otoritas pajak.


Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

5 hari lalu

Mengenal Arti Vibes yang Bertebaran di Media Sosial

Istilah vibes kerap diucapkan dalam percakapan atau mungkin sering terlihat di caption media sosial. Lalu apa arti vibes tersebut?


Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

10 hari lalu

Gedung Putih Mengawasi Informasi yang Salah di Twitter

Menurut Gedung Putih, perusahaan media sosial seperti Twitter punya tanggung jawab mencegah platformnya digunakan untuk menghasut kekerasan.


Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

11 hari lalu

Bertemu Tokoh Antisemit, Donald Trump Dikritik Republikan

Donald Trump dikritik politikus Partai Republik karena bertemu tokoh antisemit Nick Fuentes. Trump mengatakan pertemuan itu tak disengaja.


Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

15 hari lalu

Setelah Bebaskan Akun Trump, Elon Musk Bikin Polling Amnesti Umum

Polling-polling yang dibuat Elon Musk ini bertolak belakang dengan janjinya tak lama setelah mengakuisisi Twitter soal Dewan Moderasi.


Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

15 hari lalu

Mike Pence Dibujuk Agar Bersaksi atas Serangan di US Capitol

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat berupaya meminta Mike Pence bersaksi soal dugaan pelanggaran hukum Donald Trump pada serangan di US Capitol.


Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

15 hari lalu

Korban Pelecehan Seksual New York di Masa Lalu Bisa Tuntut Pelaku, Trump Terancam?

Orang dewasa korban pelecehan seksual di New York mendapat kesempatan untuk menuntut atas dugaan kejahatan yang mereka alami puluhan tahun lalu


Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

16 hari lalu

Profil Sung Yong Kim Anak Seoul Jadi Duta Besar AS untuk Indonesia, Apa Misinya?

Sung Yong Kim dilantik sebagai Duta Besar AS sejak Oktober 2020 oleh Donald Trump dan berlanjut hingga era Joe Biden. Begini misinya.


Koalisi Aktivis Hak Sipil Serukan Berhenti Pasang Iklan di Twitter

17 hari lalu

Koalisi Aktivis Hak Sipil Serukan Berhenti Pasang Iklan di Twitter

Stop Toxic Twitter mendesak para pengiklan menarik iklan mereka di Twitter buntut dicabutnya blokir sejumlah akun termasuk milik Donald Trump.


Biden Ulang Tahun ke-80, Ketuaan untuk Jadi Presiden AS?

18 hari lalu

Biden Ulang Tahun ke-80, Ketuaan untuk Jadi Presiden AS?

Joe Biden berulang tahun ke-80 pada hari Minggu, 20 November 2022, menjadikannya presiden tertua dalam sejarah AS.