Trump Peringatkan Israel untuk Tak Membangun Permukiman Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bendera Israel yang di kibarkan di pemukiman para Yahudi mesianis di kawsan Achiya, West Bank, 5 Januari 2016. Pemukiman ini dihuni

    Bendera Israel yang di kibarkan di pemukiman para Yahudi mesianis di kawsan Achiya, West Bank, 5 Januari 2016. Pemukiman ini dihuni "Pemuda Hilltop", generasi baru ultra-religius yang benci negara Israel sekuler. REUTERS/Ronen Zvulun

    TEMPO.CO, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Israel menghentikan rencana pembangunan permukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina yang baru saja diumumkan.

    Desakan mengejutkan bagi Israel ini disampaikan Gedung Putih, seperti dilansir NBC News, Jumat, 3 Februari 2017.

    Baca: Kebakaran di Israel Berakhir, 120 Orang Cedera, 23 Ditangkap

    “Meski permukiman Yahudi bukan halangan untuk perdamaian Israel-Palestina, tapi rencana pembangunan permukiman baru di luar wilayah Israel tidak akan membantu proses damai,” bunyi pernyataan Gedung Putih pada Kamis malam, 2 Februari 2017, waktu setempat.

    Pernyataan ini menanggapi pengumuman rencana pembangunan 3.000 rumah baru oleh Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu lalu.

    Pembangunan di wilayah pendudukan Palestina ini merupakan rencana pertama dalam dua dekade terakhir.

    Sebelumnya, harian The Jerusalem Post melaporkan, pemerintah Trump mengirim pesan keluhan kepada Netanyahu terkait dengan pengumuman ini.

    Namun NBC News belum dapat mengkonfirmasi, apakah Gedung Putih mengirimkan keluhan itu kepada Israel.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dunia internasional menegaskan permukiman Yahudi yang menampung 600 ribu orang di wilayah Palestina sebagai pelanggaran hukum internasional.

    Sejumlah pengamat menduga pengumuman pembangunan permukiman baru karena Netanyahu menilai pemerintah Trump bakal mendukung apa pun langkah Israel terhadap Palestina.

    Trump dan Netanyahu telah berbicara melalui telepon bulan lalu. Dalam pembicaraan tersebut, keduanya bersepakat menerima kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih pada 15 Februari mendatang.

    Desakan Amerika berselang dua hari setelah pemukim ilegal di Tepi Barat bentrok dengan polisi Israel dalam unjuk rasa.

    Aparat keamanan mengusir 330 warga Israel yang menghuni wilayah Palestina secara liar di Amona, dekat Ramallah, atas perintah Mahkamah Agung.

    NBC NEWS | NPR | THE JERUSALEM POST | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.