Lima Bom Mengoyak Kawasan Wisata Thailand

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Hat Yai: Thailand masih terjaga akhir (16/9) pekan lalu, sewaktu lima bom berkekuatan dahsyat merobek keramaian malam di kawasan wisata Hat Yai--kota terbesar di selatan negeri itu. Empat orang tewas, dua di antaranya pelancong asal Kanada dan Cina serta 62 lainnya cedera, termasuk 11 turis asing.Menurut Kepala Kepolisian Hat Yai Kolonel Pattanawut Angkanawin, bahan peledak berdaya ledak tinggi itu ditaruh di dua pusat perbelanjaan dan dua daerah keramaian lainnya. "Hampir secara serentak bom meledak sekitar pukul 09.15 waktu setempat," katanya, Ahad (17/9).Angkanawin mengatakan dua bom meledak di depan pub Deep Wonder, yang terletak di lantai dasar Mal Odean dan tempat parkir pusat belanja itu. Yang ketiga meledak di dekat sebuah tempat pijat. Bom keempat meledak di Big C Supercentre dan yang kelima di toilet lantai lima pusat belanja Diana."Bom-bom laknat itu diledakkan dari jarak jauh dengan memakai telepon seluler," ujar Komandan Angkatan Darat Daerah IV--wilayah Thailand Selatan--Letnan Jenderal Ongkorn Thongprasom. Aparat keamanan langsung melipatgandakan penjagaan di stasiun kereta dan bandara di Hat Yai.Menurut saksi mata, saking kerasnya, suara ledakannya sampai kedengaran hingga jarak 5 kilometer. Jejak-jejak bom yang punya daya rusak hebat itu juga masih kelihatan jelas. Bercak darah masih menempel di dinding-dinding di sekitar lokasi ledakan, yang bopeng terkena pecahan bom.Bangkai mobil dan sepeda motor yang gosong dilahap api juga masih teronggok di tempat parkir dan di pinggir jalan sekitar Mal Odean. Sesaat setelah ledakan, sedikitnya 1.000 turis asing dan lokal yang menginap di hotel-hotel di sepanjang jalan utama Hat Yai dievakuasi keluar dari kawasan wisata itu.AFP | BANGKOK POST | THE NATION | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.