Melobi, PM Jepang Abe Perpanjang Waktu Bertemu Donald Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, bertepuk tangan saat upacara di Memorial USS Arizona dalam upacara untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan Jepang di pelabuhan angkatan laut di Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii, 27 Desember 2016. AP/Carolyn Kaster

    Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, bertepuk tangan saat upacara di Memorial USS Arizona dalam upacara untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan Jepang di pelabuhan angkatan laut di Joint Base Pearl Harbor-Hickam, Hawaii, 27 Desember 2016. AP/Carolyn Kaster

    TEMPO.CO, Tokyo- Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, berencana untuk memperpanjang pertemuan puncak antara kedua pemerintah yang dijadwalkan pada 10 Februari 2017.

    Seperti yang dilansir Channel News Asia pada 2 Februari 2017, awalnya kedua negara sepakat untuk mengadakan pertemuan itu satu hari saja, namun belakangan, seorang sumber terpercaya dari pemerintah Jepang mengatakan pertemuan akan dilaksananakan selama dua hari.

    Baca juga:
    Penjualan Toyota di AS Merosot, PM Jepang Akan Temui Trump
    Ini Hasil Pertemuan Donald Trump dengan 3 Pabrikan Mobil

    Sumber yang tidak ingin namanya diungkapkan, mengatakan pada Kamis, 2 Februari 2017, bahwa setelah PM Abe bertemu dengan Presiden Trump di Washington pada 10 Februari 2017, keduanya diatur untuk melakukan pertemuan lanjutan keesokan harinya di Mar-a-Lago. Dalam pertemuan di resor pribadi Trump di Florida pada 11 Februari tersebut, kedua pemimpin itu kemungkinan akan bermain golf.

    Lebih lanjut sang sumber menginformasikan bahwa pembicaraan mengenai perdagangan dan kebijakan mata uang, akan menjadi agenda utama dalam Konferensi Tingkat Tinggi bilateral tersebut.

    Sebelumnya, Trump telah mengkritik kurangnya akses ke pasar otomotif Jepang bagi produsen AS. Selain itu Trump mengatakan Tokyo menggunakan kebijakan moneter untuk mendevaluasi mata uangnya.

    Menanggapi Donald Trump, Jepang diperkirakan akan tetap mempertahankan sektor otomotif. Jepang telah banyak membangun banyak pabrik manufaktur di Amerika Serikat. Jepang juga menekankan kebijakan moneternya ditujukan untuk memacu inflasi dan bukan untuk memicu devaluasi kompetitif.

    Seorang sumber lain menyebutkan bahwa rincian perjalanan dan agenda pembahasan belum resmi dirilis oleh pemerintahan PM Abe.

    CHANNEL NEWS ASIA|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.