AS Larang Imigran Masuk, Kanada Siap Menampung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembela hak-hak imigran berdemonstrasi menentang kebijakan imigrasi Presiden Terpilih AS Donald Trump, di Metropolitan AME,Washington, AS, 14 Januari 2017. AP Photo/Jose Luis Magana

    Pembela hak-hak imigran berdemonstrasi menentang kebijakan imigrasi Presiden Terpilih AS Donald Trump, di Metropolitan AME,Washington, AS, 14 Januari 2017. AP Photo/Jose Luis Magana

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengambil sikap terhadap larangan sementara Amerika Serikat terhadap pengungsi dan imigran yang berasal dari tujuh negara mayoritas muslim lewat media sosial. Dalam akun Twitternya, Trudeau menegaskan berkomitmen menyambut orang-orang yang melarikan diri dari penganiayaan, teror, dan perang. Cuitan @JustinTrudeau itu sudah lebih dari 150 ribu kali dibagikan.

    Larangan pengungsi berlaku sejak Jumat lalu setelah Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan program penerimaan pengungsi di Amerika selama 120 hari. Ia juga melarang mereka yang berkewarganegaraan ganda yang berasal dari tujuh negara mayoritas muslim, seperti Iran, Irak, Suriah, Yaman, Sudan, Libya, dan Somalia masuk ke Amerika selama 90 hari.

    Meski begitu, pemerintah Kanada justru memberlakukan kebijakan yang sebaliknya. “Kami telah meyakinkan bahwa warga negara Kanada yang bepergian dengan paspor Kanada akan ditangani dalam proses biasa,” kata seorang juru bicara Trudeau dalam sebuah pernyataan resmi.

    Sebagai bentuk dukungannya, Trudeau justru memajang foto dirinya berjongkok dan tersenyum saat ia menyambut sebuah keluarga pengungsi Suriah ke Toronto bulan lalu saat mereka tiba di Bandara Internasional Pearson.

    Berdasarkan sensus Kanada pada 2011, satu dari lima orang yang lahir di negara itu merupakan keturunan imigran. Selain itu, angka dari pemerintah menunjukkan hampir 40 ribu pengungsi Suriah dirawat di Kanada mulai November 2015 hingga awal Januari ini.

    Baru-baru ini, Trudeau juga merilis pernyataan yang menegaskan warga negara Kanada yang memiliki kewarganegaraan ganda tidak akan terpengaruh dengan larangan muslim memasuki Serikat. Menteri Transportasi Federal Marc Garneau mengatakan pemerintah Kanada mencoba menghubungi Amerika untuk mendapatkan kejelasan mengenai bagaimana kebijakan eksekutif tersebut akan mempengaruhi warga negara Kanada yang datang ke Amerika.

    Namun, Departemen Luar Negeri Amerika kembali menegaskan seluruh wisatawan, termasuk mereka yang memiliki dua kewarganegaraan dari tujuh negara mayoritas muslim, akan dilarang memasuki Amerika. Kebijakan tersebut juga berlaku bagi imigran valid maupun imigran tanpa visa. Trudeau sendiri telah menahan diri dari mengkritik Trump meskipun kedua pemimpin tersebut memiliki pandangan politik yang berbeda.

    Padahal, dalam pemberitaan di media baru-baru ini, Trudeau fokus menjalin persahabatan yang baik antara Kanada dan Amerika serta hubungan ekonomi yang mendalam antara kedua negara. Amerika dinilai sebagai mitra dagang utama Kanada. Kanada berencana mengizinkan 300 ribu  imigran hijrah ke Amerika tahun ini, sebagian besar melalui imigrasi ekonomi.

    BBC|THE SUN|LARISSA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.