AS Cegah Muslim, PM Kanada Justru Sambut Imigran Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau berselfie bersama dengan pekerja saat menunggu pengungsi asal Suriah tiba di bandara Internasional Pearson, Toronto, 10 Desember 2015. Nathan Denette/The Canadian Press via AP

    Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau berselfie bersama dengan pekerja saat menunggu pengungsi asal Suriah tiba di bandara Internasional Pearson, Toronto, 10 Desember 2015. Nathan Denette/The Canadian Press via AP

    TEMPO.CO, Ottawa—Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memastikan akan membuka pintu bagi para imigran, menyusul larangan masuk bagi warga Muslim yang dikeluarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    "Bagi Anda yang lari dari penyiksaan, teror dan perang; Kanada akan menyambut Anda apa pun keyakinanmu. Keragaman adalah kekuatan kami #WelcomeToCanada," kicau Trudeau di akun Twitternya dalam bahasa Inggris dan Prancis, seperti dilansir Time, Ahad, 29 Januari 2017.

    Kicauan ini hanya berselang sehari setelah Trump meneken surat perintah yang akan memberlakukan larangan bagi semua warga dari tujuh negara berpenduduk mayoritas muslim untuk masuk ke Negeri Abang Sam.

    Surat perintah Trump memastikan para pengungsi dihalangi dari Amerika Serikat terhitung 120 hari ke depan.

    Larangan serupa juga berlaku bagi warga dari tujuh negara Muslim yakni Iran, Irak, Libya, Somalia, Suriah dan Yaman selama tiga bulan mendatang.

    Sejak aturan ini diteken, sejumlah pendatang dari negara-negara itu dilarang turun dari pesawat setibanya di Amerika Serikat.

    Bahkan aturan ini juga berlaku bagi mereka yang memiliki kewarganegaran ganda AS dan tujuh negara dalam daftar.

    Namun sikap Trudeau terhadap imigran sangat berbeda dibanding Trump. Kanada memastikan akan membuka pintu bagi 300 ribu imigran yang memasuki negara tetangga AS itu selama 2017.

    Berdasar sensus 2011, satu dari lima warga Kanada lahir di luar negeri.

    TIME | YAHOO NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI

    BACA:

    Donald Trump Disebut akan Cegah Warga 7 Negara Muslim ke AS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.