Ekonomi Palestina di Ambang Kebangkrutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jenewa: Sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat, Israel, dan Uni Eropa sudah menggiring Palestina menuju keterpurukan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan ekonomi bangsa itu sekarang sedang berada di tubir kebangkrutan akibat macetnya keran bantuan.Menurut Badan Pembangunan dan Perdagangan PBB (UNCTAD), makin buruknya ekonomi bangsa itu mencetak angka pengangguran dan kemiskinan yang terus melejit, terutama di Tepi Barat dan Gaza. "Tahun ini separuh rakyat yang bekerja bakal kehilangan mata pencarian," kata mereka.Contoh yang sudah terjadi, UNCTAD menyatakan, warga Palestina yang mencari sesuap nasi di Israel tinggal 50 ribu orang dari 150 ribu orang. Penyebabnya, Hamas yang memenangi pemilihan umum pada Januari lalu memimpin pemerintah Palestina dan kekerasan juga meningkat."Ekonomi wilayah Palestina yang terjajah ada di ambang kebangkrutan," tulis UNCTAD dalam laporan tahunan bertajuk "Bantuan bagi Rakyat Palestina" yang dirilis Selasa lalu. Pendapatan per kapita akan anjlok, tinggal setengah dari apa yang sudah dicapai pada 2000.Kondisi itu, menurut UNCTAD, bakal melemahkan kepemimpinan dan kemampuan teknis pemerintah Palestina. Mereka mendesak keran bantuan kembali dibuka, bahkan ditingkatkan jumlahnya. Soalnya, dari situ saja Palestina menerima tak kurang dari US$ 1,5 miliar (Rp 13,6 triliun) per tahun.AP | SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.