Pembangunan Gaza Pasca-Serangan Israel Lambat, Warga Merana

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga Palestina menggunakan lilin saat mencuci piring di dapur rumahnya di Beit Lahiya, Gaza, 11 Januari 2017. Biasanya warga Gaza mendapatkan listrik perharinya selama 8 jam, tapi sejak awal tahun hanya mendapatkan 4 jam. REUTERS/Mohammed Salem

    Seorang warga Palestina menggunakan lilin saat mencuci piring di dapur rumahnya di Beit Lahiya, Gaza, 11 Januari 2017. Biasanya warga Gaza mendapatkan listrik perharinya selama 8 jam, tapi sejak awal tahun hanya mendapatkan 4 jam. REUTERS/Mohammed Salem

    TEMPO.CO, Gaza - Anggota parlemen Palestina, Jamal Al-Khoudary, mengatakan pembangunan kembali rumah dan bangunan di Gaza yang hancur akibat serbuan serdadu Israel pada 2014 sangat lambat.

    "Proses pembangunan memang terus berlangsung, tapi sangat lambat," ucap Al-Khoudary, sebagaimana dilaporkan koran Al-Resalah, Ahad, 22 Januari 2017.

    Menurut Al-Khoudary, hanya sekitar 60 persen rumah yang bisa dibangun kembali di Gaza.

    Sekitar 60 ribu warga Palestina sampai saat ini masih belum memiliki tempat tinggal akibat proses pembangunan rumah mereka belum dilaksanakan.

    Al-Khoudary menjelaskan, keterlambatan itu juga karena prosedur mendatangkan material bangunan tidak mendapatkan izin dari Israel.

    "Minimnya bahan bangunan membuat upaya pemerintah dan LSM melaksanakan pembangunan rumah bagi warga Palestina terhambat," ujar Al-Khoudary.

    Al-Khoudary sangat yakin Israel sengaja memperketat impor material bangunan supaya proses pembangunan di Gaza terlunta-lunta.

    "Kondisi demikian membuat pembangunan di Gaza bisa mencapai sepuluh tahun," tuturnya.

    Anggota parlemen yang mewakili kelompok independen ini tidak hanya mendesak Israel agar mencabut pelarangan impor material bangunan, tapi juga mengimbau negara-negara donor segera merealisasi janjinya untuk ikut membantu pembangunan rumah warga Palestina.

    Komunitas internasional, kata Al-Khoudary, seharusnya menekan otoritas Israel di daerah pendudukan agar mengizinkan warga Palestina mengimpor bahan bangunan ke Gaza.

    MIDDLE EAST | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.