ASEAN Hadapi Tantangan Berat Dalam EAS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Sentralitas ASEAN menghadapi tantangan yang berat dalam Forum Asia Timur (EAS). Sehingga, perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara dituntut bisa membawa pertemuan kerjasama regional itu ke level yang aman dan nyaman bagi semua anggotanya. "ASEAN mesti tetap konsisten memakai mekanisme yang sudah ada dalam melaksanakan hasil-hasil yang dicapai dalam EAS," kata Dirjen Kerjasama ASEAN Departemen Luar Negeri Dian Triansyah Djani kemarin. Sekaligus, "mempertahankan EAS sebagai forum dialog strategis."Rizal Sukma, direktur CSIS, meminta EAS cukup sebagai forum konsultasi dulu. Begitu juga keanggotaannya?ASEAN plus Jepang, Cina, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru?tidak ditambah. "Biar terbentuk dulu Komunitas ASEAN yang ditargetkan 2020," ujarnya. Menurut Rizal, EAS bakal efektif kalau Amerika Serikat mendukung forum ini. Tapi, sikap Negeri Abang Sam ini meti tetap netral. ASEAN mau tidak mau harus berhubungan dengan negara-negara besar. Tapi, mesti bisa mencegah mereka menguasai ASEAN, baik kelompok maupun individu.SS KURNIAWAN

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.