Menjelang Pelantikan, Donald Trump Bertemu dengan Obama  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Barack Obama (kanan) dan Michelle Obama menyambut Presiden AS terpilih, Donald Trump dan istrinya Melania untuk minum teh sebelum pelantikan di Gedung Putih, Washington, 20 Januari 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    Presiden Barack Obama (kanan) dan Michelle Obama menyambut Presiden AS terpilih, Donald Trump dan istrinya Melania untuk minum teh sebelum pelantikan di Gedung Putih, Washington, 20 Januari 2017. REUTERS/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Terpilih Amerika Serikat AS, Donald Trump bertemu dengan Presiden AS Barack Obama menjelang pelantikannya yang dilaksanakan Sabtu dinihari, 21 Januari 2017 waktu Indonesia Barat. Sejumlah media massa di AS mencatat bahwa setelah dilantik, Trump akan menghapus sistem di rezim Obama.

    Dikutip dari New York Times, Trump adalah presiden ke-45. Ia akan menggantikan Obama pada hari ini. Obama menyambut Trump di Gedung Putih dan menggelar pertemuan.

    Baca juga

    David Foster Ogah Mendukung Pelantikan Donald Trump
    Kesal, Trump Silakan Cina Simpan Drone yang Disita

    Mereka kemudian menggelar konvoi bersama ibu negara menuju Capitol Hill. Kevin Kruse, seorang profesor sejarah di Universitas Princeton menyebut bahwa pelantikan Trump tidak hanya sekedar pelantikan tapi sudah menjadi bagian sejarah negeri Abang Sam. 

    "Ini upaya tidak hanya meningkatkan pelantikan Pak Trump, tapi mengangkat dia," ujar dia.

    Sejumlah mantan presiden AS seperti George Bush dan Bill Clinton juga hadir dalam pelantikan tersebut. Tapi pelantikan Trump diwarnai dengan reaksi penolakan terhadap presiden terpilih. Ada ribuan masyarakat turun ke jalan untuk demonstrasi anti-Trump.

    Obama sempat memberi salam terakhirnya melalui akun Twitternya. Dia mengatakan bahwa menjadi kehormatan baginya melayani warga AS selama 10 tahun terakhir. 

    "Saya tidak akan berhenti, saya akan menjadi warga negara, terinspirasi dari suara Anda tentang kebenaran, keadilan, humor, dan cinta," ucap Obama.

    Dalam pelantikan ini, lawan politik Trump, Hillary Clinton juga hadir. Sementara puluhan anggota partai Demokrat di parlemen tetap memboikot pelantikan.

    Donald Trump terpilih sebagai presiden setelah mengalahkan Clinton pada pemilu tahun lalu. Terpilihnya Trump mengagetkan banyak pihak, karena di banyak survei suara Clinton lebih mendominasi. Namun di balik bilik suara, Trump justru yang menang menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat.

    NEW YORK TIMES | SKY NEWS | AVIT HIDAYAT

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?