Skeptis Warga Inggris Atas Serangan 9/11

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, London:Inggris yang berdarah-darah diserang teror tahun lalu yang menewaskan 56 orang, menandai peringatan 5 tahun serangan 11 September hari ini nyaris tanpa teriakan. Rasa skeptis justru meruyak.Sebuah jajak pendapat terakhir menunjukkan hanya 7 persen responden warga Inggris percaya bahwa Amerika Serikat dan Inggris--aliansi kunci Washington dalam kampanye militer di Afganistan dan Irak--bakal memenangi konflik lawan terorisme global.Hampir seperempat--22 persen--yakin dua negara itu telah kalah perang, menurut survei YouGov untuk jaringan televisi Sky News, dalam kaitan menandai serangan ke New York dan Washington pada 11 September 2001.Perdana Menteri Inggris Tony Blair yang gagah bersedia saling bahu membahu dengan Presiden Amerika Serikat George W. Bush setelah serangan, dan secara kontroversial bergabung pada invasi ke Irak Maret 2003, telah mengirim tentara Inggris di garis depan.Tapi skepetisme muncul dalam sejumlah surat terbuka yang dikirimkan kepada Blair bulan lalu. Dua hari setelah serangkaian penangkapan atas sebuah dugaan upaya meledakkan pesawat trans-atlantik. "Kebijakan politik pemerintah Inggris saat ini membahayakan warga sipil pada ditingkatkannya risiko baik di Inggris Raya maupun di luar negeri," tulis sebuah surat yang diteken sejumlah pemimpin kelompok Muslim dan politisi lain. AFP/dwi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.