Pabrik Bumbu Palsu di Cina Beroperasi Lebih dari Satu Dekade  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pria memakan cacing maguey dengan saus taco di restoran La Cocinita de San Juan, Meksiko, 12 September 2014. Saus taco ala Meksiko digunakan sebagai bumbu penyedap utama serangga tersebut. REUTERS/Henry Romero

    Seorang pria memakan cacing maguey dengan saus taco di restoran La Cocinita de San Juan, Meksiko, 12 September 2014. Saus taco ala Meksiko digunakan sebagai bumbu penyedap utama serangga tersebut. REUTERS/Henry Romero

    TEMPO.CO, Tianjin - Pihak berwenang di Cina menyelidiki hampir 50 pabrik di dekat Tianjin yang diduga memproduksi bumbu penyedap dan saus palsu. Diperkirakan praktek ini telah berlangsung selama lebih dari satu dekade dengan nilai produksi sekitar 100 juta yuan atau setara Rp 194 miliar.

    Langkah ini diambil setelah harian Cina, The Beijing News, menemukan bahan-bahan sisa dan berbahaya yang dipakai untuk memproduksi penyedap dan saus tersebut.

    Pabrik-pabrik ini diduga menggunakan bahan yang semestinya tidak dikonsumsi manusia, seperti garam industri, yang oleh pabrik-pabrik tersebut dipakai untuk membuat kecap dan cuka.

    Produk penyedap berbahaya ini kemudian diberi merek terkenal, seperti Maggi, Knorr, dan Nestle, agar mudah dijual kepada konsumen.

    Beijing News mengutip keterangan kantor Nestle di Cina bahwa tim anti-pemalsuan mereka telah menyelidiki masalah itu. Pihak Nestle mengatakan, "Pakar produk kami akan membantu penegak hukum mengidentifikasi barang palsu itu."

    Puluhan pabrik itu juga memalsukan merek lokal, seperti Totole dan Donggu. 

    Keuntungan pemalsuan ini sangat besar, sehingga para produsen bisa membeli mobil-mobil mewah. 

    Pusat produksi bumbu palsu tersebut terungkap berkat laporan seorang sumber yang mengetahui aktivitas di sejumlah pabrik kepada polisi setempat.

    Cina diguncang skandal makanan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk kasus susu bubuk terkontaminasi, yang menyebabkan enam bayi meninggal dan lebih dari 300 ribu balita jatuh sakit pada 2008.

    Bulan lalu, media di Cina melaporkan bahwa pemasok-pemasok makanan di Shanxi, Cina barat laut, menyiram jamur-jamur dengan bahan kimia berbahaya agar terlihat lebih putih dan segar.

    BBC | CHANNEL NEWSASIA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.