Di Negara Ini, Warga Lansia Pilih Dipenjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, TOKYO—Di Jepang, saat ini tengah terjadi peningkatan tren kejahatan yang dilakukan oleh warga lanjut usia.

    Seperti dilansir laman Channel NewsAsia, Ahad 15 Januari 2017, data Kepolisian Jepang menunjukkan sebanyak 20 persen dari warga yang ditangkap atau diperiksa pada 2015, berusia di atas 65 tahun. Jumlah ini meningkat dari 5,8 persen pada 2000.

    Sebagian besar warga lansia yang ditangkap karena melakukan kejahatan ringan seperti mengutil atau mencuri.

    Meningkatnya kejahatan oleh warga berusia lanjut, menurut data Kepolisian Nasional pada 2013, dipicu oleh kesulitan ekonomi serta populasi Jepang yang semakin menua.

    Hal ini diakui oleh tahanan pria berusia 80 tahun di Penjara Fushu, Tokyo. Pria yang menolak disebutkan namanya itu memilih kehidupan berat di penjara karena kesehatan dan keuangannya justru terjamin saat berada di balik jeruji besi.

    “Saya justru bingung jika harus bebas.”

    Tina Maschi, asisten profesor di Fordham University Graduate School of Social Service, menyebut, “Setidaknya di penjara mereka memiliki atap di atas kepala dan makanan yang terjamin.”

    Shinsuke Nishioka, pejabat kementerian hukum Jepang, mengatakan salah satu masalah besar di penjara adalah saat pekerjaan sipir justru seperti perawat panti jompo.

    Situasi ini menjadi semakin berat sehingga pemerintah telah menyepakati kebijakan untuk mengerahkan lebih banyak staf panti jompo ke 70 penjara di Jepang mulai April mendatang. Anggaran untuk membiayai kebijakan ini mencapai 58 juta yen atau Rp

    Pejabat di Fuchu, penjara terbesar untuk pria di Jepang, mengatakan sipirnya bahkan harus mengganti popok sejumlah tahanan dan membantu mereka mandi.

    "Tahanan lanjut usia sudah mengalami kesulitan pendengaran,” ujar Nishioka. "Mereka tidak memahami perintah dan harus sering ke toilet. Karena itu kami membutuhkan lebih banyak sipir."

    Kebijakan lain yang ditempuh penjara Fuchu adalah dengan membuka lowongan pekerjaan bagi para lansia yang akan bebas. Separuh rumah tahanan juga dijadikan tempat penampungan bagi mereka yang bebas selama 16 pekan.

    L CHANNEL NEWSASIA | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.