Felipe Calderon Presiden Terpilih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kota Meksiko: Pengadilan Pemilihan Umum Federal Meksiko, Selasa lalu, resmi menetapkan Felipe Calderon sebagai presiden terpilih. Namun, pesaingnya, Andres Manuel Lopez Obrador, berkeras menolak keputusan yang memenangkan Calderon dengan selisih suara 0,57 persen pada pemilihan umum 2 Juli.Dalam putusannya, pengadilan beranggotakan tujuh hakim itu memang mengakui ada sejumlah kecurangan selama proses pemilihan. Namun, kecurangan itu dinilai tidak mempengaruhi pemilihan umum secara keseluruhan sebagai proses yang berlangsung bebas dan jujur. Calderon, bekas menteri energi yang diusung partai konservatif yang berkuasa, Partai Aksi Nasional (PAN) sebagai penerus Presiden Vincente Fox, menyatakan dia menang dalam pemilihan secara jujur. "Sebagian besar pengamat internasional menyatakan pemilihan berlangsung bebas dan jujur." Dalam pidato Selasa petang lalu yang disiarkan melalui televisi, dia mengajak rivalnya bersatu melawan musuh riil, yakni kemiskinan, kejahatan, dan pengangguran.Di Washington, Gedung Putih menyampaikan ucapan selamat kepada Calderon atas kemenangannya. "Kami berharap hubungan kami dengan Meksiko terus meluas, mendalam, dan produktif bagi kedua negara di bawah pemerintah presiden terpilih, Calderon," kata juru bicara Gedung Putih, Dana Perino. Di pihak lain, Obrador, yang menuntut hasil pemilihan presiden dibatalkan, tetap tidak menerima putusan pengadilan. Di depan ratusan pendukungnya yang berkumpul di halaman kantor pengadilan di Kota Meksiko, Obrador mengatakan, "Saya tidak mau mengakui orang yang menampilkan diri sebagai pemegang kekuasaan eksekutif federal."Sejak 31 Juli, dia dan para pendukungnya melancarkan protes dengan berkemah di lapangan Zocalo di pusat Kota Meksiko sehingga mengganggu lalu lintas dan bisnis. Para tokoh bisnis yang punya hubungan dengan PAN mengatakan protes itu menyebabkan kerugian sekitar US$ 364 juta (Rp 3,3 triliun) dan hilangnya 5.000 pekerjaan.AFP | BBC | LOS ANGELES TIMES | YANTO MUSTHOFA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.