Korea Selatan Terbelah Soal Kendali Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Seoul:Setelah lebih dari 50 tahun Perang Korea berakhir, kini Korea Selatan terbelah atas isu kemandirian militernya, pisah dari Amerika Serikat. Sedikitnya 700 intelektual termasuk akademisi dan pengacara hari ini meneken petisi menolak manuver tersebut. Alasannya rencana itu bakal mengurangi aliansi militer Korea Selatan-Amerika Serikat di tengah ketegangan program senjata nuklir Korea Utara."Kami sangat menentang rencana pemerintah menarik kembali kendali operasional masa perang dari Amerika," kata mereka. Negoisasi diawali setelah Seoul Oktober tahun lalu meminta pembicaraan dengan Washington soal transfer kendali itu. Tapi perdebatan meruyak di seluruh negeri. Kubu posisi Partai Nasional Besar menuduh Presiden Roh Moo-Hyun memainkan isu hidup dan mati. Sabtu pekan lalu sekitar 50 ribu pemrotes terdiri dari veteran, aktivis konservatif turun ke jalan untuk mengakhiri perdebatan. Saat ini sekitar 32,5 ribu tentara Amerika diterjunkan untuk membantu 650 ribu pasukan Korea Selatan menghadapi 1,2 juta pasukan Korea Utara. AFP/AP/dwi arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.