Jalan-jalan Jam 3 Pagi, Ratu Inggris Nyaris Ditembak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, usai menerima kunjungan dari Presiden Irlandia, Michael D. Higginsdi kastil Windsor, 11 April 2014. Leon Neal-WPA Pool/Getty

    Ratu Elizabeth II dan Pangeran Philip, usai menerima kunjungan dari Presiden Irlandia, Michael D. Higginsdi kastil Windsor, 11 April 2014. Leon Neal-WPA Pool/Getty

    TEMPO.CO London—Rekor sebagai pemimpin monarki terlama di dunia nyaris direnggut dari Ratu Inggris Elizabeth II. Gara-garanya, Ratu Elizabeth II berjalan-jalan terlalu pagi. Lho, kenapa?

    Rupanya, seorang penjaga Istana Buckingham nyaris menembak sang ratu yang ia pikir penyusup karena berjalan-jalan berkeliling Istana pada pukul 3 pagi.

    “Ya ampun Yang Mulia, saya nyaris menembak Anda,” kata seorang penjaga yang menolak disebutkan namanya kepada The Times of London, Jumat 6 Januari 2017.

    Tanggapan Ratu Elizabeth, menurut sang penjaga sangat positif. “Tidak apa-apa. Lain kali jika ingin berjalan-jalan, saya akan menelepon penjaga. Jadi kamu tidak perlu menembak saya,” sang Ratu membalas.

    Selain nyaris menembak Ratu, sang penjaga sejatinya juga melanggar aturan lain malam itu. “Saya seharusnya tidak boleh bicara kepada keluarga kerajaan, kecuali diajak bicara. Untunglah mereka tidak menghukum saya,” ujar dia bersyukur.

    Sayang sang penjaga menolak menyebutkan kapan insiden ini terjadi.

    Pengamanan di sekitar Istana Buckingham diperketat setelah pada Juli 1982, Michael Fagan berhasil menerobos masuk. Ia mengaku sempat memasuki kamar sang Ratu dan melihat daster bunga-bunga yang dikenakannya.

    Sebelum Fagan dapat bertindak lebih jauh, Ratu berhasil diselamatkan dan ia ditangkap penjaga Istana.

    Fagan juga mengatakan kepada The Independent pada 2012 bahwa ia sebetulnya berhasil masuk ke Istana sebulan sebelum penangkapannya. Dia mengaku berhasil mencuri sebotol anggur serta mengencingi makanan di dapur karena tak bisa menemukan kamar mandi.

    Sang Ratu yang kini telah berusia 90 tahun baru saja sembuh dari penyakit flu. Akibatnya, ia tak bisa merayakan Misa Natal dan Tahun Baru seperti tahun-tahun sebelumnya.

    THE TIMES | THE INDEPENDENT | NY DAILY NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI

    Baca:
    Ratu Inggris Cari Pencuci Piring, Digaji Rp 294,3 Juta!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.