Wanita Afganistan Ini Dipancung Saat Berbelanja tanpa Suami

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wanita ini dilaporkan telah dipenggal oleh sekelompok orang bersenjata di Afghanistan setelah memasuki pusat perbelanjaan seorang diri. dailymail.co.uk

    Wanita ini dilaporkan telah dipenggal oleh sekelompok orang bersenjata di Afghanistan setelah memasuki pusat perbelanjaan seorang diri. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Kabul – Seorang wanita Afganistan berusia 30 tahun tewas dibunuh oleh segerombolan pria bersenjata saat memasuki kota untuk berbelanja di provinsi Sar-e-Pul. Para pembunuh beralasan, wanita itu pergi sendiri karena suaminya sedang berada di Iran.

    Wanita bercadar itu dibunuh dengan cara dipancung oleh para gerombolan pria bersenjata di desanya di Latti, yang dikuasai oleh milisi Taliban.

    Baca:
    Di Afganistan, Ada Kafe Khusus Wanita Nikmati Kopi
    Peringati Asyura, 14 Pengikut Syiah Afganistan Ditembak

    Juru bicara Gubernur Sar-e-Pul, Zabiullah Amani, membenarkan bahwa wanita tersebut menjadi sasaran kelompok bersenjata itu lantaran ia pergi keluar sendirian tanpa suami.

    Mengutip Daily Mail, 28 Desember 2016, Taliban membuat aturan yang melarang wanita meninggalkan rumah tanpa ditemani suami ataupun saudara laki-lakinya. Taliban juga melarang wanita bersekolah atau bekerja. Wanita diwajibkan mengenakan burka untuk menutupi seluruh tubuh mereka.

    Namun Taliban membantah keterlibatannya membunuh wanita itu.

    Ini peristiwa tragis kedua selama Desember ini. Awal bulan lalu, lima wanita yang bekerja sebagai penjaga di bandara udara di Kandahar tewas ditembak oleh sekelompok orang bersenjata.

    Mereka saat itu sedang bekerja mencari seorang tamu wanita di bandara Kandahar. Mereka disewa oleh perusahaan penyedia jasa keamanan swasta.

    DAILY MAIL | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.