Presiden Arroyo Tetapkan Keadaan Darurat bagi General Santos

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Manila:Presiden Filipina Gloria Arroyo menetapkan keadaan darurat bagi Kota General Santos, Senin (22/4), menyusul peledakan bom kemarin. Data terakhir, insiden di dekat pusat pertokoan ramai itu telah membunuh 14 orang dan menciderai 60 warga sipil tak berdosa. Kebijakan presiden itu dipastikan oleh Penasihat Keamanan Nasional Filipina Rolio Golez kepada radio lokal DZMM. “Kami harus mengambil ukuran-ukuran tegas karena apa yang mereka lakukan bukanlah sebuah lelucon,” ujar Golez di Manila seperti dikutip kantor berita AFP. Ia mengemukakan status darurat bagi General Santos akan menyerupai keadaan yang pernah ditetapkan di sebelah selatan Pulau Basilan tahun lalu. Ketika itu pasukian militer memperoleh keleluasaan melakukan aksi sweeping ke desa-desa yang diyakini tempat penyembunyian sandera yang diciduk kelompok muslim Abu Sayyaf. Sebelumnya komandan kepolisian regional di Kota General Santos, Chief Superintendent Bartolome Baluyot, mensinyalir pemboman itu dilakukan kelompok Federal Army yang menginginkan pemisahan bentuk negara federal bagi minoritas Muslim dengan kaum mayoritas Nasrani. Selain itu polisi juga mencurigai keterlibatan Abu Muslim, yang awal tahun ini juga dituduh mendalangi pembakaran dua toko swalayan di General Santos. (Martua Manullang – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.