Libanon Butuh Bantuan Segera

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Stockholm:Perdana Menteri Libanon Fuad Siniaro meminta negara-negara donor bertindak segera membantu negaranya setelah porak poranda akibat serangan Israel dalam memerangi gerilyawan Hizbullah. Pemerintah Libanon menaksir kerugian negaranya mencapai US 3,6 miliar dollar dan 15 ribu rumah rusak dalam konflik itu. "Kami kehilangan pendapatan kotor domestik (GDP), kehilangan pekerjaan dan kerugian ekonomi dalam jangka panjang langsung atau tidak langsung. Termasuk lenyapnya pendapatan pariwisata, pertanian dan industri," kata Siniora saat Konferensi Negara-negara Pendonor Libanon yang dibuka kemarin di Stockholm. Sidang tersebut diharapkan bisa mengumpulkan sedikitnya US 500 juta dollar (sekitar Rp. 4,5 triliun) untuk bantuan kemanusiaan Libanon yang mendesak dan rekonstruksi awal yang dibutuhkan menjelang akhir tahun ini. "Jika kita ingin perdamaian yang sejati dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, akar penyebab masalah dari perang ini harus disingkirkan, " kata Siniora mendesak Dewan Keamanan PBB berada di garis depan. Menurut Siniora solusi politik komprehensif hanyalah dengan implementasi Israel menerima hak rakyat Palestina mencapai negara yang merdeka dan ditaatinya resolusi-resolusi PBB. Termasuk Israel menarik diri dari seluruh tanah-tanah Arab yang didudukinya di Libanon, Gaza, Yerusalem, Tepi Barat dan di Dataran Tinggi Golan di Suriah berdasarkan resolusi DK PBB 242," tegasnya. AFP/BBC/dwi arjanto

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.