WHO Akhirnya Blacklist Hongkong dan Guangdong

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Kesehatan Dunia, WHO, pada Rabu (2/4) mengeluarkan peringatan yang ditujukan kepada para traveler yang ingin bepergian ke Hongkong atau propinsi tetangganya, Guangdong, di Cina Selatan. Peringatan itu berkaitan dengan mewabahnya virus pembunuh yang menyerang saluran pernapasan (SARS). Kami telah memutuskan untuk mengeluarkan sebuah rekomendasi bagi mereka yang berencana pergian ke Hongkong dan Guangdong agar mempertimbangkan untuk menundanya lain waktu perjalanan mereka, kata David Heymann, Kepala Unit Penyakit-penyakit Menular WHO. WHO mengeluarkan rekomendasinya itu berdasarkan fakta bahwa mereka belum dapat memahami secara penuh bagaimana penyebaran virus SARS itu terjadi di Hongkong dan Guangdong. Kedua wilayah itu memang telah tercatat memiliki kasus SARS terbesar sejak kemunculannya pertama kali November tahun lalu. Ini adalah kali pertama kami merekomendsaikan masyarakat untuk menghindari tempat tertentu karena kami belum memahami secara penuh tentang penyakit ini, tidak ada vaksin dan tidak ada obatnya, kata Heymann. Hari ini, di Cina dilaporkan telah terjadi sembilan kasus kematian terbaru akibat pneumonia misterius itu. Kondisi itu pula yang akhirnya pemerintah setempat mengizinkan WHO untuk mengunjungi Guangdong, propinsi yang diyakini menjadi sumber penyebaran virus itu. Virus itu hingga saat ini diduga menjadi penyebab kematian 78 orang di berbagai belahan dunia. Diantara lebih dari 20 negara, korban meninggal dunia itu terjadi di Cina (46 orang), di Hongkong (16 orang), Kanada (6), Singapura (4), Vietnam (4), dan di Thailand (2). Heymann menambahkan bahwa sejak 15 Maret lalu sembilan traveler telah kembali ke negara asalnya di Beijing, Taiwan dan Singapura dengan kondisi tubuh sakit setelah mengunjungi Hongkong. Heymann memperkirakan bahwa penularan di Hongkong tidak saja terjadi melalui kontak dekat dengan pasien. Kelihatannya, kata dia lagi, ada sesuau di lingkungan yang berperan sebagai moda penularan virus itu dari satu orang ke yang lainnya. Kami tidak meyakini yang kami maksud itu ada dalam udara. Dapat saja dalam sistem saluran air, kata Heymann. Rekomendasi WHO sendiri akan dievaluasi kembali setiap harinya. Rekomendasi juga tidak mencakup wilayah lain seperti Singpura, Vietnam atau Kanada karena dianggap pemerintah lokalmya mampu mengendalikan pasien-pasiennya. Kami telah menerapkan sistem yang kami harap akan menghentikan SARS dari tempat yang diduga menjadi pusat penyebarannya yang secara internasional. Dan pada waktu yang bersamaan dapat menolong para turis dan pebisnis untuk mempertimbangkan lebih baik lagi apakah mereka mamang harus melakukan perjalanan ke Hongkong atau pun Guangdong, terang Heymann. AFP/Wuragil

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.