Dubes Rusia: Deklarasi Moskow Jamin Solusi Konflik Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto kombinasi yang menujukkan kondisi Masjid Jami Aleppo, Umayyad sebelum terjadinya penyerangan pada 6 Oktober 2010 (atas) dan setelah terjadinya penyerangan pada 17 Desember 2016. Aleppo, Suriah tengah menghadapi pertempuran yang telah berlangsung sejak empat setengah tahun terakhir. REUTERS

    Foto kombinasi yang menujukkan kondisi Masjid Jami Aleppo, Umayyad sebelum terjadinya penyerangan pada 6 Oktober 2010 (atas) dan setelah terjadinya penyerangan pada 17 Desember 2016. Aleppo, Suriah tengah menghadapi pertempuran yang telah berlangsung sejak empat setengah tahun terakhir. REUTERS

    TEMPO.COJakarta - Rusia, Turki, dan Iran membentuk aliansi baru untuk menyelesaikan konflik di Suriah. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengatakan pertemuan tiga negara menghasilkan kesepakatan bersama untuk evakuasi masyarakat sipil dan penyelesaian konflik secara politik.

    "Kesepakatan ini tentang kontribusi tiga negara untuk mengevakuasi masyarakat sipil di Aleppo dan koordinasi dalam membawanya dari Aleppo timur," kata Galuzin di Wisma Duta Besar Rusia, Jakarta, Rabu, 21 Desember 2016.

    BacaAliansi Baru Rusia-Iran-Turki Akhiri Perang di Suriah

    Selain itu, Galuzin menjelaskan, ketiga negara bersepakat dalam penyelesaian krisis Suriah melalui penyelesaian politik. Menurut dia, tiga negara itu menyatakan kesungguhan dalam penyelesaian. "Tiga menteri sudah mencapai kesepakatan dalam kontribusi penyelesaian politik untuk krisis Suriah," ujarnya.

    Dalam pertemuan di ibu kota Kazakstan, Astana, kesepakatan ini disebut sebagai Deklarasi Moskow. Deklarasi tersebut digagas Rusia untuk mendapat persetujuan dari Iran dan Turki guna menyelesaikan konflik Suriah. "Pertemuan di Astana menjadi titik awal menyelesaikan konflik secara politik," tuturnya.

    BacaIndonesia Dukung Resolusi PBB Soal Suriah

    Pertemuan tiga negara ini diwarnai duka karena tewasnya Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey G. Karlov, di Ankara pada Senin malam, 19 Desember. Galuzin mengapresiasi Indonesia yang mengekspresikan dukacita atas kematian Karlov.

    Ia pun mengapresiasi kebijakan pemerintah Indonesia dalam memberantas terorisme dan kerja sama dalam memerangi terorisme internasional. "Dukungan ini memperkuat kami yang sedang diliputi kesedihan dan duka negara kami," ucap Galuzin.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.