Serangan Pasukan Amerika Bunuh Anak-Anak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 33 warga sipil Irak meninggal dunia dan lebih 300 orang lainnya luka-luka terkena serangan udara besar-besaran Amerika di kota Babylon, sejak Minggu (30/3). Reporter Reuters yang tiba dilokasi mencatat paling tidak sembilan anak kecil meninggal, dua warga sipil, dan dua pejuang Irak. Dari liputan televisi yang tidak diedit, dari Rumah Sakit Babylon, terlihat seonggok mayat kecil seorang bayi, yang dibalut selimut seperti boneka, siap untuk dimakamkan. Disamping bayi itu terbaring tubuh seorang anak lelaki yang diperkirakan berusia 10 tahun, yang juga telah meninggal. Semua korban ini akibat pengeboman pasukan Amerika terhadap rumah penduduk sipil. Ratusan penduduk sipil terluka, dan banyak diantaranya yang meninggal, kata Nazim al-Adali, seorang dokter lulusan Edinburgh, ditemui di rumah sakit. Ia menghimbau agar rekan-rekannya sesama dokter di Inggris memprotes pengeboman ini. Salah satu korban yang terluka dalam serangan pasukan sekutu ini adalah Aliya Mukhtaf, yang suami dan enam anak-anaknya meninggal dalam serbuan ini. Dalam tayangan televisi, juga terlihat seorang anak lelaki berbalut perban, kehilangan tangan kanannya yang putus akibat pecahan bom. Tidak ada pasukan tentara atau tank dekat lokasi kejadian, kata Dr al-Adali, yang meyakini jatuhnya korban ini akibat bom cluster oleh militer Amerika. Sementara beberapa orang yang berhasil diwawancarai mengungkapkan bahwa ada sejumlah tank pasukan Amerika yang bergerak menuju kota Baghdad. Tuhan, balaskanlah dendam kami kepada Amerika, teriak seorang lelaki yang tampak shock. Menurut staf rumah sakit, pria malang itu kehilangan seluruh keluarganya akibat serangan ini. Apa salahnya, apa salahnya, ucap seorang pengendara mobil pick up berulang-ulang sambil mengangkat jasad seorang bayi lelaki. Para penduduk di lokasi kejadian mengatakan bahwa pasukan Amerika menyerang kota mereka pada Minggu (30/3). Namun, pasukan pemerintah Irak didukung sejumlah penduduk berhasil memukul mundur. Sambil mundur, pasukan Amerika membombardir kota. Dalam serangan ini, seorang tentara AS tewas. Sementara itu intelejen Amerika, seperti yang dilaporkan Washington Post, memperkirakan ada sekitar 2000 tentara Irak di kota Najaf. Ini belum termasuk pasukan Fedayeen dan sejumlah milisi. Letnan Kolonel Bill Bennett, komandan divisi arteleri pasukan sekutu, mengatakan, Saya punya 30 kanon dan semuanya sudah saya tembakkan. Saya belum pernah menembak sedemikian banyak dalam hidup saya. Saya butuh lebih banyak peluru.Budi RizaTempo News Room

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?