ISIS Punya Cara Baru Eksekusi Tawanan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang algojo ISIS bersiap memegangal kepala tawanannya di sebuah bukit dalam video yang mereka sebarkan. Selain memenggal kepala, ISIS juga melakukan eksekusi dengan cara lain tergantung dari tawanannya tersebut. dailymail.co.uk

    Seorang algojo ISIS bersiap memegangal kepala tawanannya di sebuah bukit dalam video yang mereka sebarkan. Selain memenggal kepala, ISIS juga melakukan eksekusi dengan cara lain tergantung dari tawanannya tersebut. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Kairo - Bagi kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah alias ISIS, mengeksekusi tawanan dengan menebas leher sudah hal yang rutin. Kini kelompok tersebut punya cara baru yang lebih efisien. Seorang pria yang dituduh mata-pemerintah Mesir dihukum mati dengan cara diledakkan dengan bom oleh kelompok radikal yang berafilisasi dengan ISIS.

    Rekaman eksekusi terbaru itu dirilis oleh kelompok ISIS yang diduga berlangsung di kawasan Sinai, Mesir. Dalam rekaman video tersebut, seorang pengikut ISIS tampak memakaikan bom kepada tawanan yang berpakaian oranye sebelum dia diledakkan. Selain diledakkan dengan bom, beberapa tawanan lain direkam saat dipenggal dan ditembak di kepala dari jarak dekat.

    Kelompok ISIS berada di Sinai sejak November 2014 setelah kelompok teroris lokal, Ansar Bayt al-Maqdis mengumumkan kesetiaannya kepada ISIS. Sejak itu, anggota ISIS membuat beberapa serangan di selat tersebut yang menargetkan pasukan keamanan. Serangan ISIS juga meningkat setelah Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan Mohammed Morsi dan menjadi Presiden Mesir.

    Pada Oktober 2015, para militan mengebom pesawat Rusia yang membawa wisatawan dari resor di Laut Merah. Seluruh penumpang berjumlah 224 orang tewas ketika bom meledakkan Metrojet A-321 yang terbang menuju kota Rusia, Saint Petersburg. Serangan terbaru diklaim kelompok itu adalah bom bunuh diri di kompleks Katedral Koptik Kairo, Mesir, Minggu, 11 Desember 2016. Sebanyak 25 orang tewas dan 49 orang terluka.

    Mengutip Al Arabiya, ISIS menyebutkan nama pelaku bom bunuh diri itu Abu Abdallah al-Masri. Sehari sebelumnya, pejabat Mesir menyebut nama pelaku bom bunuh diri sebagai Mahmoud Shafik Mohamed Mostafa. Pelaku bom bunuh diri di kompleks Katedral Koptik Kairo meledakkan bom di antara kerumunan orang. "Serangan semacam itu terus dilanjutkan kepada setiap kafir di Mesir dan di mana pun," demikian pernyataan ISIS.

    DAILY MAIL | YON DEMA

    Baca Juga
    'Bila Menista Agama, Mayat Ahok Tak Menyeberang ke Jakarta'

    Jaksa: Ahok Secara Sengaja Melakukan Penodaan Agama Islam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.