Putin: Rusia Siap Berbagi Teknologi Antiteror Tercanggih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia, Vladimir Putin menyaksikan dua kapal korvet kelas Tarantula yang ikut parade kapal perang pada saat merayakan Navy Day di St. Petersburg, Rusia, 31 Juli 2016. Sputnik/Kremlin/Mikhail Klimentyev/via REUTERS

    Presiden Rusia, Vladimir Putin menyaksikan dua kapal korvet kelas Tarantula yang ikut parade kapal perang pada saat merayakan Navy Day di St. Petersburg, Rusia, 31 Juli 2016. Sputnik/Kremlin/Mikhail Klimentyev/via REUTERS

    TEMPO.CO, Moskow - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan negaranya siap berbagi teknologi antiteror tercanggih dengan dunia.

    "Kami siap menawarkan peralatan paling canggih, termasuk pesawat tempur, sistem pertahanan udara, sistem peluncuran roket ganda, dan mobil lapis baja," katanya dalam pertemuan Komisi Kerja Sama Teknik Militer Rusia dengan negara luar pada Selasa, 13 Desember 2016, di Moskow.

    Baca:
    Reformasi Besar-besaran di Rusia, KGB Dihidupkan Kembali 
    Perang di Yaman, Unicef: Setiap 10 Menit Satu Anak Tewas  

    Menurut Putin, teroris di seluruh dunia telah membentuk kelompok bersenjata terlatih yang besar dan menggunakan senjata buatan Barat. Dan Rusia sudah seharusnya memberi kontribusi besar dalam perang melawan terorisme internasional serta menempati peringkat kedua dalam pasar senjata di dunia.

    Portofolio ekspor senjata Moskow kini bernilai lebih dari US$ 50 miliar atau Rp 671 triliun dengan seratus negara menjadi mitra dagang. Tahun lalu, Rusia telah menjual senjata dan amunisi kepada 58 negara asing.

    "Saat yang sama, kami (Rusia) berada pada kondisi persaingan yang sulit dan kadang-kadang menghadapi kenakalan beberapa mitra," ujar Putin, seperti dilansir Russia Times pada 13 Desember 2016.

    Putin juga mendesak badan pembuat senjata negara dan distributor mengambil langkah yang diperlukan guna mempertahankan permintaan yang tinggi untuk persenjataan Rusia dari pelanggan asing.

    RUSSIA TIMES | PRESS TV | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?