Reformasi Besar-besaran di Rusia, KGB Dihidupkan Kembali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin, berbincang dengan sejumlah perwira dan anggota militer peserta Russias large-scale Center-2015. Orang nomor satu di Rusia ini, dulunya seorang anggota intelejen KGB Rusia. Orenburg, Rusia, 19 September 2015. Sasha Mordovets / Getty Images

    Presiden Rusia Vladimir Putin, berbincang dengan sejumlah perwira dan anggota militer peserta Russias large-scale Center-2015. Orang nomor satu di Rusia ini, dulunya seorang anggota intelejen KGB Rusia. Orenburg, Rusia, 19 September 2015. Sasha Mordovets / Getty Images

    TEMPO.COMoskow - Rusia sedang melakukan reformasi besar-besaran dalam kebijakan pemerintah menjelang pemilihan presiden 2018. Surat kabar Rusia, Kommersant, memberitakan salah satu kebijakan baru itu adalah membentuk kementerian baru yang disebut Kementerian Keamanan Negara. Kementerian ini akan muncul sebagai landasan bagi badan Pelayanan Keamanan Federal (FSB), yang intinya untuk menghidupkan kembali KGB, badan intelijen yang dulu berjaya pada era Uni Soviet. 

    Kementerian baru ini juga akan memasukkan badan Pelayanan Intelijen Luar Negeri dan sebagian besar unit Pelayanan Perlindungan Federal, yang selama ini menjadi pengawal para pejabat elite Rusia. Kementerian yang berperan seperti KGB ini nantinya tidak hanya mengusut kasus yang dikerjakan Komisi Investigasi Federal dan Kementerian Dalam Negeri, tapi juga bertindak secara prosedur mengawasi badan-badan tersebut. 

    Baca: 
    Perang Berakhir, Pasukan Presiden Assad Menang di Aleppo
    Lebih Separuh dari Warga Rusia Ingin Soviet Kembali Berkuasa   

    Selain itu, kementerian baru ini akan bertanggung jawab untuk menyediakan keamanan sendiri guna ditempatkan di semua lembaga penegakan hukum dan badan-badan keamanan. 

    "Sebelumnya kami (agen FSB) hanya memberikan dukungan untuk investigasi, sekarang akan bertanggung jawab dengan mengelola progres mereka dari pendokumentasian dakwaan kriminal hingga membawa kasus ini ke pengadilan," kata seorang pejabat FSB, seperti dikutip dari Moscow Times, Rabu, 14 Desember 2016. 

    Adapun agen-agen keamanan akan memantau efisiensi kerja investigator berdasarkan suplai informasi yang bermanfaat untuk mereka dari Kementerian Keamanan Negara. 

    Diperkirakan biaya untuk pembentukan kementerian baru dan kebijakan keamanan yang baru menjadi hambatan terbesar Kremlin. Reformasi ini diperkirakan memakan biaya mencapai minimal US$ 308 juta atau Rp 4,09 triliun.

    Uji coba terhadap kebijakan baru yang membangun keseimbangan baru kekuasaan di antara badan-badan keamanan Rusia sedang berlangsung. Baru-baru ini, FSB menangani kasus dugaan kejahatan yang melibatkan anggota Komisi Investigasi yang mendanai kelompok penjahat terorganisasi yang dipimpin Zakhary Kalashov, atau lebih dikenal sebagai Shakro Molodoi. 

    MOSCOW TIMES | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.