Perang Berakhir, Pasukan Presiden Assad Menang di Aleppo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Bashar al-Assad berbincang dengan anggota tentara Suriah saat mengunjungi garis depan di Marj al-Sultan, Damaskus, Suriah, 26 Juni 2016. SANA via AP

    Presiden Bashar al-Assad berbincang dengan anggota tentara Suriah saat mengunjungi garis depan di Marj al-Sultan, Damaskus, Suriah, 26 Juni 2016. SANA via AP

    TEMPO.CONew York - Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Vitaly Churkin mengumumkan operasi militer di wilayah timur Kota Aleppo, Suriah, telah berakhir dengan kemenangan pasukan Presiden Bashar al-Assad. Seluruh wilayah kini telah dikuasai pasukan pemerintah Suriah. 

    "Berdasarkan informasi terbaru yang kami terima empat jam lalu, tindakan militer di timur Aleppo berakhir," kata Churkin dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Selasa, 13 Desember 2016, seperti dikutip dari Independent. 

    Baca:
    Baru Naik Tahta, Raja Thailand Akan Ampuni 150 Ribu Tahanan
    Lebih Separuh dari Warga Rusia Ingin Soviet Kembali Berkuasa  

    Para pemberontak, Churkin menjelaskan, menyerah dan diperkirakan akan meninggalkan wilayah timur Aleppo hari ini, 14 Desember. Menyerahnya pasukan pemberontak memupus harapan mereka untuk menjatuhkan Assad dari jabatannya sebagai Presiden Suriah. Hal ini juga akan menjadi kemenangan terbesar Assad dalam perang saudara yang berlangsung hampir enam tahun. 

    Mengenai penduduk sipil, Churkin menjelaskan, mereka boleh tetap tinggal di wilayah itu atau mencari tempat yang dianggap aman. Mereka juga dibolehkan menggunakan bantuan kemanusiaan yang tersedia. "Tak seorang pun melecehkan penduduk sipil," ujarnya. 

    Warga di Kota Aleppo merayakan kemenangan pasukan pemerintah Suriah yang selama ini didukung Rusia dengan memainkan musik, menari, dan menyalakan kembang api. 

    Sebelumnya, muncul laporan yang menyatakan bahwa para pemberontak anti-Assad telah membunuh ratusan warga sipil di wilayah barat Aleppo dengan serangan roket. Informasi lain sehubungan dengan perang di Aleppo disampaikan Kepala Kantor Hak Asasi Manusia PBB Rupert Colville dari enam sumber berbeda. Sebanyak 82 orang nonkombatan ditembak di empat tempat berbeda pada Senin malam, 12 Desember 2016. Mereka yang ditembak hingga tewas termasuk 11 perempuan dan 13 anak-anak. 

    Badan PBB untuk Anak-anak, UNICEF, melaporkan sekitar seratus anak terjebak di gedung-gedung yang menjadi sasaran tembak dan mereka terpisah dari anggota keluarga masing-masing. Adapun penembak jitu masih bersembunyi di sejumlah tempat di kota itu untuk menembaki orang-orang yang berada di jalan-jalan. 

    Sejumlah aktivis mengunggah ucapan perpisahan di akun media sosial mereka pada Senin, 12 Desember, untuk kemudian tiarap tanpa bersuara. Mereka khawatir menjadi target Assad, yang memenangi perang di Aleppo timur. "Siapa saja yang tahu tentang rezim Assad seharusnya mengerti apa yang diperkirakan terjadi. Kematian menjadi harapan bagi mereka yang ditangkap dan dianggap oposisi, baik itu militer maupun sipil," ujar seorang jurnalis dalam pesan di WhatsApp.

    INDEPENDENT | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.