Tari Poco-Poco Terbaik dalam Acara ASEAN Night di Qatar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedutaan Besar negara-negara anggota ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam) di Qatar menggelar Malam ASEAN (ASEAN Night)  pada  10 Desember 2016. Foto: KBRI Doha

    Kedutaan Besar negara-negara anggota ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam) di Qatar menggelar Malam ASEAN (ASEAN Night) pada 10 Desember 2016. Foto: KBRI Doha

    TEMPO.CO, Doha - Tarian komunitas khas Indonesia, Poco-poco didapuk sebagai tarian terbaik di Malam ASEAN (ASEAN Night) yang digelar di Doha, Qatar, 10 Desember 2016 lalu. Tarian itu dipersembahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Qatar.

    Di Malam ASEAN tersebut, seluruh perwakilan negara-negara anggota ASEAN mempersembahkan budaya khas negara masing-masing. Selain KBRI, ada pula perwakilan dari Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam. Semuanya tergabung dalam ASEAN Community in Doha (ACD).

     Menurut anggota Working Grup ACD, Boy Dharmawan, komunitas ASEAN yang berjumlah 300 ribu merupakan komunitas regional yang dikenal aktif di Qatar dan berperan dalam berbagai kegiatan khususnya promosi sosial budaya. "Komunitas ASEAN juga kerjasama guna mempromosikan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022," ujar Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha lewat rilis yang diterima Tempo.

    ASEAN Night merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ACD, meliputi serah terima Ketua ACD dengan menyerahkan  bendera ASEAN dari Dubes Filipina  Wilfredo C. Santos, kepada Dubes Thailand,  Soonthorn Chaiyindeepum, sebagai Ketua ACD yang baru untuk tahun 2017.

    Selain pertunjukan kesenian, acara juga diramaikan  dengan pertunjukan kesenian, pemberian hadiah Kejuaraan ASEAN Golf Tournament sekaligus perpisahan dengan Dubes Santos yang segera mengakhiri tugasnya di Qatar.  

    Dalam sambutannya, Dubes Santos menyatakan hubungan ASEAN dan Qatar semakin tumbuh dan berkembang sehingga ASEAN dapat berperan sebagai pemain global  yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran di kawasan.

    Dubes Santos juga menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa terhadap tragedi gempa Aceh. ACD akan mempertimbangkan untuk membahas pemberian bantuan terhadap korban bencana di Aceh.

    Adapun Ketua ACD yang baru, Dubes Soonthorn Chaiyindeepum, menyampaikan bahwa ASEAN merupakan contoh kerjasama organisasi regional yang berperan dalam menciptakan stabilitas dan kesejahteraan.

    Dia minta dukungan dari anggota ACD lainnya agar dimasa keketuaan Thailand dapat berhasil dengan sukses khususnya dalam rangka peringatan HUT ASEAN ke-50 pada 2017.

    Dubes Indonesia untuk Qatar,  Muhamad  Basri Sidehabi mengatakan bahwa prioritas negara-negera ASEAN di Qatar untuk lebih meningkatkan kerja sama ekonomi ASEAN-Qatar. "ACD akan memaksimalkan peluang ekonomi sejalan dengan kebijakan Qatar yang menerapkan kebijakan "look east" dengan berbagai negara di Asia," kata  mantan Pilot F-16 pertama Indonesia itu.

    Menurutnya, Indonesia memanfaatkan secara maksimal kerjasama antara ASEAN dengan KADIN Qatar dengan melibatkan pelaku usaha dari Indonesia.

    Mantan anggota DPR RI tersebut juga menyatakan bahwa ACD berhasil mengangkat citra ASEAN di Qatar melalui kegiatan promosi bersama kepada masyarakat internasional di Qatar. "ACD berhasil meningkatkan solidaritas dan persatuan sesama warga ASEAN melalui kegiatan yang sinergi dalam promosi ekonomi, budaya dan kegiatan olah raga di Qatar yang melibatkan sesama komunitas negara-negara ASEAN dan warga manca negara lainnya dan ini menjadikan ASEAN makin dikenal di Qatar," papar Dubes Sidehabi.

    ASEAN Night yang digelar di Hotel Hilton Doha dihadiri kalangan diplomatik negara anggota ASEAN di Qatar, wakil dari masing-masing komunitas ASEAN serta media Qatar antara lain Qatar Tribune, Gulf Times, The Peninsula, Al Raya, Lusail Newspaper.  

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.