Bom Bunuh Diri di Gereja di Mesir, Pelaku Bawa Bom 12 Kg  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan keamanan memeriksa ruangan dalam Katedral St. Mark di pusat kota Kairo, pasca pemboman, 11 Desember 2016. Ledakan di katedral utama Kristen Koptik Mesir juga melukai jamaah lainnya. AP/Nariman El-Mofty

    Pasukan keamanan memeriksa ruangan dalam Katedral St. Mark di pusat kota Kairo, pasca pemboman, 11 Desember 2016. Ledakan di katedral utama Kristen Koptik Mesir juga melukai jamaah lainnya. AP/Nariman El-Mofty

    TEMPO.CO, Kairo - Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengatakan pelaku bom bunuh diri di area Katedral Gereja Koptik Ortodoks di Abbasiya pada Minggu, 11 Desember 2016, adalah seorang pria berusia 22 tahun bernama Mahmoud Shafiq Mohamed Mostafa. Pelaku diduga jaringan Ikhwanul Muslimin (Muslim Brotherhood).

    "Pria yang masuk ke gereja dan meledakkan dirinya sendiri bernama Mahmoud Shafiq Mohamed Mostafa. Jasadnya ditemukan di lokasi. Dia menggunakan sabuk peledak," kata Sisi saat menghadiri pemakaman seluruh korban di Monumen Tentara Tak Dinela di Kota Nasr, Kairo, Senin, 12 Desember 2015.

    Baca:
    Jokowi dan Wapres India Komitmen Sebarkan Islam yang Damai
    Resmi Jadi Sekjen PBB, Guterres: PBB Harus Siap Berubah

    Sebanyak 25 orang tewas dan 49 orang terluka diterjang bom bunuh diri di gereja Santo Peter dan Santo Paulus di area Katedral Gereja Koptik Ortodoks kemarin.  

    Mostafa, menurut Sisi, masuk ke gereja dengan membawa bom seberat 12 kilogram dengan menggunakan sabuk. Sisi menambahkan, tiga pria dan seorang wanita ditangkap terkait dengan serangan di kompleks gereja Koptik Ortodoks. Dua orang masih dikejar.   

    Mengutip Dailynewsegypt.com, Mostafa ditangkap pada Maret 2014 sebagai jaringan Ikhwanul Muslimin. Mostafa dan seorang pria lainnya ditangkap setelah ketahuan membawa senjata saat mengikuti aksi demonstrasi Ikhwanul Muslimin. Informasi ini disampaikan Mahmoud Saadawi yang menjadi pengacara Mostafa saat itu.

    "Mostafa ditangkap pada Maret 2014. Dia saat itu 16 tahun dan menghadapi kebrutalan dan siksaan polisi dalam tahanan," kata Saadawi.

    Mostafa dihukum selama dua tahun penjara dan memberikan jaminan uang untuk pembebasan bersyarat. Namun, menurut Dailynewsegypt.com, ada kejanggalan antara identitas pelaku yang disebut Sisi dan yang dijelaskan Saadawi, yakni mengenai usia yang berbeda dan nama pelaku yang disebut Sisi dengan nama yang diklaim ditangkap pada 2014. Sisi menyebutnya sebagai Mahmoud Shafiq Mohamed Mostafa, tapi media yang mencocokkan dengan peristiwa 2014, menyebutnya sebagai Mahmoud Shafiq Mohamed Ahmed.
     
    DAILY NEWS EGYPT | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.