Malaysia Desak PBB Ijinkan Kirim Pasukan ke Libanon

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur:Malaysia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa membolehkan bergabung di pasukan penjaga perdamaian untuk Libanon. Meskipun Israel keberatan atas keterlibatan negara-negara yang menolak keberadaannya. Malaysia, Indonesia dan Bangladesh telah mengajukan diri mengirim pasukannya ke pasukan interim PBB di Libanon (UNIFIL). Tapi ketiganya tak punya hubungan diplomatik dengan Israel.Menteri Luar Negeri Malaysia Syed Hamid Albar mengatakan tentaranya bakal memberikan kontribusi dengan kemampuannya sebagai penjaga perdamaian. "Tentara kami tahu bagaimana bertugas dan mereka tak akan berlawanan dengan pedoman kerja sesuai mandat PBB," kata Albar, Sabtu tengah malam. Sementara itu, dari Beirut Sekjen PBB Kofi Annan besok pagi dijadwalkan tiba untuk membahas penempatan tambahan UNIFIL sebagai langkah untuk menjamin keamanan di perbatasan dengan Suriah. Annan bakal bertemu dengan Perdana Menteri Fuad Siniora, Menteri Pertahanan Elias Murr dan juru bicara parlemen Nabih Berri. "Pemerintah juga ingin membicarakan untuk mengakhiri secara total blokade udara dan laut oleh Israel atas Libanon yang mencederai resolusi PBB No. 1701," kata Mohammed Chatah, penasehat senior Siniora tadi pagi di Beirut. AFP/dwi

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.