Heboh! Petisi Tolak Trump Jadi Presiden Capai Angka 4,7 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump raih penghargaan

    Donald Trump raih penghargaan "Person of the Year" versi majalah Time. abc11.com

    TEMPO.COWashington - Sebanyak 4,7 juta orang telah menandatangani petisi online untuk menolak presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, dan mendesak badan pemilih mengusir konglomerat properti itu dari Gedung Putih.

    Petisi yang diberi judul “Badan Pemilih: Jadikan Hillary Clinton Presiden” itu dimulai bulan lalu oleh seorang pekerja sosial, Daniel Brezenoff. Dalam pernyataan di situs petisi, Brezenoff mendesak pihak bertanggung jawab untuk melindungi konstitusi Amerika Serikat dari kepemimpinan Trump.

    Seperti dilansir People.com pada 5 Desember 2016, petisi tersebut menjadi permintaan yang mendapat paling banyak tanda tangan dalam sejarah laman web Change.org.

    Brezenoff mulai meluncurkan petisi itu pada 9 November, satu hari setelah Donald Trump terpilih. Namun, pada Kamis pekan lalu, Change.org mengumumkan bahwa petisi itu menjadi yang paling banyak ditandatangani dalam sejarah website tersebut selama sepuluh tahun terakhir. Pada Senin, 5 Desember 2016, ada lebih dari 4,7 juta tanda tangan, termasuk dari beberapa selebritas papan atas Amerika, seperti Lady Gaga, Laverne Cox, dan Sia.

    Brezenoff, yang mengajar pelayanan kemanusiaan di California State University, Dominguez Hills, mengatakan ia tidak pernah membayangkan permohonannya akan mendapatkan banyak dukungan, selain berharap bahwa upaya itu dapat mencegah dilantiknya Trump menjadi presiden.

    "Aku tahu kemungkinannya kecil, tapi hasilnya tak terduga. Sangat sedikit orang yang berpikir Trump akan mendapatkan pencalonan partainya, sangat sedikit orang mengira dia memenanginya. Ini merupakan tahun penuh kejutan," kata Brezenoff.

    Petisi itu muncul di tengah keunggulan Clinton dalam perolehan suara populer yang terus bertambah. Clinton menerima 64.874.143 suara populer dibanding Trump yang mengumpulkan 62.516.883, sehingga ada selisih 2.357.260 suara.

    Namun Trump unggul dalam perolehan electoral college, yang secara resmi akan berlangsung pada 19 Desember 2016. Trump memimpin electoral college dengan 306 dibandingkan dengan 232 milik Clinton. Brezenoff berharap dapat membujuk pemilih Partai Republik untuk memberikan suara mereka bagi Clinton.

    Sejauh ini, Partai Demokrat belum mampu bernegosiasi untuk meminta dukungan dari para pemilih Partai Republik.

    Sementara itu, dalam perkembangan terkait, hakim federal Mark Goldsmith mengarahkan hitungan ulang suara pemilihan presiden di Michigan dan memerintahkan pemerintah menyelesaikan semua proses pada tanggal akhir, 13 Desember mendatang.

    PEOPLE | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.