Cara Putin Buktikan Kecanggihan Teknologi Perang Rusia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa paspor yang akan diberikan ke aktor laga Amerika Serikat, Steven Seagal di Kremlin di Moskow, Rusia, 25 November 2016. REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin memeriksa paspor yang akan diberikan ke aktor laga Amerika Serikat, Steven Seagal di Kremlin di Moskow, Rusia, 25 November 2016. REUTERS

    TEMPO.COMoskow - Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya terlihat melakukan uji coba terhadap armada militer terbarunya. Putin masuk ke dalam air dengan menumpangi robot yang menyerupai kapal selam.

    Armada laut terbaru yang disebut Angkatan Laut Rusia sebagai Surrogat, atau peniru kapal selam, itu mampu melakukan perjalanan di kedalaman 1.800 kaki dan menempuh jarak 600 mil dengan kecepatan hingga 24 knot per jam.

    Surrogat digerakkan dengan baterai lithium-ion, yang dapat meniru dengan baik kapal selam konvensional atau yang bertenaga nuklir. Perangkat tersebut digunakan sebagai simulator saat latihan militer.

    Peluncuran teknologi militer bawah laut terbaru Rusia itu dilakukan bersamaan dengan semakin meningkatnya ketegangan dengan Barat, terutama di wilayah-wilayah perbatasan dengan Rusia.

    Seperti dilansir Daily Mail, Rabu, 7 Desember 2016, menurut Biro Desain Rubin Central Rusia untuk Marine Engineering, Surrogat tidak hanya digunakan untuk membantu latihan angkatan laut Rusia, tapi juga dapat digunakan untuk “pemetaan dan pengintaian”.

    "Alat ini akan menghemat biaya karena kemudahan pengoperasiannya, dan biaya pemiliharaan yang tidak terlalu mahal," kata Chief Executive Officer Rubin Igor Vilnit.

    Alat itu juga diklaim dapat membaca manuver kapal selam musuh dengan sangat baik. Selain untuk keperluan militer Rusia, alat itu mungkin bakal diproduksi massal agar bisa dijual kepada negara lain.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.