Majalah Time Nobatkan Trump Jadi Person of the Year 2016  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump raih penghargaan

    Donald Trump raih penghargaan "Person of the Year" versi majalah Time. abc11.com

    TEMPO.CO, Washington DC - Majalah Time menobatkan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai Person of the Year 2016.

    Trump mengaku dia merasa terhormat dan bahagia dengan penghargaan tahunan dari Majalah Time tersebut.

    "Ini adalah kehormatan besar. Ini sangat berarti," kata Trump seperti dilansir The Hill pada 7 Desember 2016.

    Dia terpilih setelah mengalahkan beberapa calon lain, termasuk Hillary Clinton, Vladimir Putin, Simone Biles, Beyonce Knowles, dan Mark Zuckerberg.

    Pemimpin redaksi Majalah Time, Nancy Gibbs, mengatakan keputusan penetapan Trump sebagai Person of the Year berlangsung begitu cepat tanpa banyak perdebatan.

    Setiap tahun, Majalah Time memberikan penghargaan kepada setiap orang yang dianggap populer pada tahun itu. Mereka kemudian meminta pembaca untuk memilih siapa yang layak menjadi tokoh tahun ini, tapi keputusan akhir ada pada tim redaksi.

    Presiden Obama dua kali menjadi Person of the Year, yakni pada 2008 dan 2012 setelah memenangkan pemilu. Sama seperti Presiden George W. Bush pada 2000 dan 2004.

    Sejak Franklin Roosevelt pada 1932, setiap presiden selalu menjadi Person of the Year setidaknya sekali meski tidak harus tahun yang sama dengan kemenangan pemilu mereka.

    Selain presiden, pemimpin global seperti pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, Paus Fransiskus, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Kanselir Jerman Angela Merkel juga pernah memenangkannya.

    Time juga telah menarik perhatian dengan memberikan kehormatan untuk kelompok atau konsep, bahkan abstrak, termasuk pejuang Ebola pada 2014, pengunjuk rasa pada 2011, dan "Kamu" pada 2006.

    THE HILL | INDEPENDENT | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.