Kursus Bahasa Indonesia Dibuka di Al-Azhar Cairo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang seniman asal Mesir, Michael Romany membuat lukisan dari pasir berbentuk piramida dan sphinx di rumahnya di Kairo, Mesir, 25 November 2016. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    Seorang seniman asal Mesir, Michael Romany membuat lukisan dari pasir berbentuk piramida dan sphinx di rumahnya di Kairo, Mesir, 25 November 2016. REUTERS/Mohamed Abd El Ghany

    TEMPO.CO, Jakarta - Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, kampus Nasr City, Kairo, membuka kursus bahasa Indonesia untuk penutur asing (BIPA) di kampus tersebut pada Senin, 5 Desember 2016. Demikian menurut pernyataan pers KBRI Cairo, Selasa, 6 Desember 2016.

    Acara itu dihadiri Dubes RI untuk Mesir, Helmi Fauzi; Atase Pendidikan KBRI Kairo Dr Usman Syihab; Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Prof Dr Athiyah Ali Matlu; Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Prof Dr Yusuf Amir; dan para peserta kursus bahasa Indonesia. Pembukaan kursus ini merupakan hasil kerja sama antara KBRI Cairo dengan Universitas Al-Azhar.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Prof Dr Yusuf Amir mengatakan kursus bahasa Indonesia sangat penting karena Indonesia termasuk negara maju. “Indonesia memiliki banyak produk unggulan yang sebagian sudah banyak berada di pasaran Mesir. Dengan belajar bahasa Indonesia, orang Mesir dapat mengambil pelajaran mengenai berbagai kemajuan Indonesia,” kata Yusuf.

    Yusuf menambahkan, belum lama ini, Al-Azhar telah membuka Pusat Penerjemahan yang berfungsi untuk mengalihbahasakan karya ulama Azhar ke berbagai bahasa di dunia, di antaranya ke dalam bahasa Indonesia. Menurutnya, risalah Azhar yang moderat perlu disebarluaskan sesuai dengan bahasa negara bersangkutan.

    Sementara Dekan Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar Prof Dr Sayyid Athiyyah Mathlu menuturkan, di Indonesia, terdapat banyak ulama Islam yang mumpuni. Mereka telah menulis buku-buku keislaman dengan bahasa Indonesia. Patut disayangkan jika karya besar mereka tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. “Beberapa bulan lalu saya ke Indonesia. Saya takjub dengan bangsa Indonesia yang sangat ramah, toleran, dan berbudi luhur. Indonesia mempunyai pengalaman tersendiri dalam membangun bangsa. Sepatutnya, kita perlu belajar banyak dari Indonesia. Selain itu, rakyat Indonesia sangat mencintai Al-Quran dan Al-Azhar,” kata Athiyah.

    Atase Pendidikan KBRI Kairo, Dr Usman Syihab, menyatakan bahwa belajar bahasa Indonesia sangat penting. Bahasa Indonesia adalah bahasa besar ke-7 dunia berdasarkan aspek jumlah penutur, digunakan lebih dari 350 juta penduduk dunia, khususnya penduduk Asia Tenggara. KBRI melalui Pusat kebudayaan Indonesia (Puskin) pada 1987 telah membuka kursus bahasa Indonesia bagi orang asing, khususnya Mesir. Di Puskin saat ini terdapat 180 siswa yang belajar bahasa Indonesia, yang terdiri dari 7 level dan 12 kelas. Selain di Puskin, bahasa Indonesia diajarkan di Pusat Studi Indonesia (PSI) di Universitas Canal Suez, kota Ismailiah, dengan jumlah 85 siswa yang terbagi menjadi 4 kelas. *

    Kelik M. Nugroho


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.