Madonna Kecewa Wanita AS Pilih Trump, Ini Kritik Pedasnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Madonna - IQ 140. Di sekolahnya ia dikenal sebagai siswi yang pintar. Ia melanjutkan pendidikannya di Rochester Adams High School dan menjadi anggota regu cheerleader. Setelah lulus dari sekolah itu, Madonna berhasil mendapatkan beasiswa tari di Universitas Michigan. Guru ballet-nya lah yang meyakinkan Madonna untuk mewujudkan kariernya dalam bidang tari. Di usia ke-19, Madonna memutuskan meninggalkan kuliahnya dan pindah ke New York pada 1977. hollywoodreporter.com

    Madonna - IQ 140. Di sekolahnya ia dikenal sebagai siswi yang pintar. Ia melanjutkan pendidikannya di Rochester Adams High School dan menjadi anggota regu cheerleader. Setelah lulus dari sekolah itu, Madonna berhasil mendapatkan beasiswa tari di Universitas Michigan. Guru ballet-nya lah yang meyakinkan Madonna untuk mewujudkan kariernya dalam bidang tari. Di usia ke-19, Madonna memutuskan meninggalkan kuliahnya dan pindah ke New York pada 1977. hollywoodreporter.com

    TEMPO.CO, New York – Ratu pop dunia, Madonna, kecewa dan menumpahkan kesalahan kepada perempuan Amerika Serikat atas kekalahan Hillary Clinton dalam pemilihan Presiden AS, 8 November 2016. Menurut dia, perempuan AS memiliki “ketidakmampuan yang mengakar dari adat-istiadatnya” untuk menerima perempuan sebagai presiden.

    Madonna menyebutkan, persentase perempuan AS lebih banyak memilih Donald Trump, yang justru melakukan berbagai serangan seksual terhadap perempuan dengan keangkuhannya, dan tanpa dijatuhi hukuman (impunity).

    Baca:
    Peraih Hadiah Nobel dari Tunisia: Akhiri Konflik Melalui Dialog
    Perangi Narkoba, Presiden Duterte Bahagia Dipuji Trump
    Balas Kunjungan Obama, Abe Akan Kunjungi Pearl Harbour

    Dengan demikian, Madonna mengatakan dirinya melihat kenyataan bahwa perempuan membenci perempuan dilatari kecemburuan dan ketidakmampuan yang berasal dari adat-istiadatnya.

    “Perempuan membenci perempuan. Itu yang saya pikirkan. Sifat wanita untuk tidak mendukung perempuan. Ini sangat menyedihkan. Pria saling melindungi, tapi perempuan melindungi lelaki mereka dan anak-anak,” kata Madonna dalam sebuah wawancara dengan majalah Billboard yang diterbitkan Senin, 5 Desember 2016.

    Mengutip Channel News Asia, Madonna, yang meraih penghargaan Woman of the Year dari Billboard dan penganugerahannya dilakukan di New York—tiga hari kemudian acara itu ditayangkan di jaringan kabel Lifetime—mencermati sifat perempuan yang lebih fokus ke dalam dan lelaki lebih bersifat ke luar. Selain itu, iri hati menjadi penyebab perempuan kurang mendukung pemimpin yang datang dari kaumnya.

    “Banyak yang dilakukan dengan sikap iri dan beberapa oleh ketidakmampuan adat untuk menerima bahwa seseorang dari mereka mampu memimpin bangsa ini,” ujar Madonna.

    Madonna mengatakan, Trump, yang kini menjabat Presiden AS, terpilih merupakan sosok yang sangat ramah, karismatik dalam keangkuhannya, macho, dan lelaki bertipe alpha-male.

    ”Masyarakat suka orang seperti ini tetap ada di dunia. Saya oke dengan itu. Mereka hanya tidak dapat memimpin negara. Saya tidak akan menempatkannya sejajar dengan Barack Obama,” Madonna menegaskan.
     
    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?